Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan, dalam menjalankan amanat konstitusi, Indonesia tidak hanya berupaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Indonesia juga berkontribusi bagi terwujudnya perdamaian dunia.
"Kita terus membantu perjuangan Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan. Kita ingat, tahun 2016 menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI. Kita juga membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Presiden dalam sambutannya pada Pembukaan Kongres Ke-30 dan Peringatan Dies Natalis Ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, kemarin.
Jokowi juga mengatakan terhadap para pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, Indonesia aktif memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan upaya diplomasi damai.
"Januari 2018, saya berkunjung ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Saya berkunjung ke Cox's Bazar (lokasi pengungsian) kondisinya memprihatinkan. Saya adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox's Bazar," sambungnya.
Ketika berkunjung ke Afghanistan, Presiden Jokowi berkeras untuk tetap hadir di negara yang saat ini sedang didera konflik perang saudara itu. Meski terdapat ancaman keamanan saat kunjungan di sana, Jokowi tetap ingin menunjukkan keseriusan dan kepedulian Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan. "Kenapa saya tetap pergi ke Kabul? Karena pentingnya persaudaraan dan persatuan," ujarnya.
Jokowi kembali mengingatkan pesan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bahwa sebagai negara besar yang beragam, Indonesia tetap harus menjaga persatuannya.
Menurut Jokowi, kunjungan ke negara-negara yang tengah mengalami krisis kemanusiaan semakin menyadarkan Indonesia bahwa persaudaraan dan persatuan merupakan hal yang tak ternilai.
Presiden mengatakan sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia sesungguhnya memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin di dunia. Dengan mengusung demokrasi Pancasila, Indonesia juga menjunjung pemahaman Islam yang moderat dan penuh toleransi.
"Kita punya modal besar menjadi pemimpin. Islam Indonesia ialah yang moderat, bertoleransi, dan terbuka untuk kemajuan. Kita punya bukti bahwa Nusantara kukuh dan bersatu, negara muslim yang sukses berdemokrasi, dan memiliki insan yang hebat, yang memperjuangkan keadilan," tegasnya.(HJ/Ant/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved