Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA

BY/PS/FL/Ant/X-8
15/2/2018 09:30
Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA
(Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi -- MI/Puji Santoso)

PILKADA serentak 2018 memasuki tahapan kampanye mulai hari ini hingga 23 Juni mendatang. Deklarasi menolak politik uang dan politisasi SARA pun dilakukan oleh penyelenggara dan peserta pilkada di 171 daerah, kemarin.

Di Bandung, Jawa Barat, deklarasi digelar Bawaslu Provinsi Jabar berlangsung di Trans-Studio Mall. "Deklarasi ini untuk mewujudkan pilkada yang berintegritas. Komitmen bersama ini menjadi kunci bagi kita semua untuk bersama-sama agar setiap tahapan pilkada bebas dari praktik transaksional dan politisasi SARA," ujar Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto.

Dia juga mengajak pemilih untuk memilih secara cerdas berdasarkan program kerja calon, bukan karena uang dan SARA. Politik uang, tegas Harminus, berpotensi menyuburkan praktik korupsi.

Hal yang sama diserukan Ketua Bawaslu Provinsi Bali Ketut Rudia dalam deklarasi melawan politik uang dan politisasi SARA di Monumen Bajra Sandhi Denpasar. "Politik uang menjadi musuh kita bersama karena praktik ini akan menciptakan potensi korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Demikian juga politisasi SARA berpotensi mengganggu dan memecah persaudaraan dalam NKRI.''

Dalam deklarasi di Lapangan Istana Maimun, Medan, Gubernur Sumatra Utara, Tengku Erry Nuradi, berharap Pilgub Sumut terbebas dari dua musuh demokrasi tersebut. Dengan begitu, pilkada berlangsung lancar, aman, dan bisa menghasilkan kepala daerah yang hebat.

Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan berjanji pihaknya akan menindak tegas mereka yang mengedepankan politik uang dan SARA. Dua pasangan calon, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus pun, berjanji akan menghindari cara-cara kotor tersebut.

Dalam kampanye hari pertama, Cagub Jabar Ridwan Kamil akan menemui warga di kawasan pantai utara. ''Saya akan door to door menemui warga Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, hingga Bekasi dan Depok. Popularitas saya di daerah-daerah itu masih rendah,'' ucap Kang Emil yang diusung Partai NasDem, PKB, PPP, dan Hanura.(BY/PS/FL/Ant/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya