Revolusi Mental Diplomat Zaman Now

Nur Aivanni/P-3
13/2/2018 11:43
Revolusi Mental Diplomat Zaman Now
(BIRO PERS/SETPRES)

MENJADI diplomat saat ini tidaklah mudah. Tantangan yang dihadapi semakin besar seiring dengan fenomena ketidakpastian dan dinamika global kekinian. Pernyataan bernada petuah tersebut dilontarkan Presiden Joko Widodo saat membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Jakarta, kemarin. Rapat tersebut diikuti 134 kepala perwakilan yang terdiri dari duta besar, konsul jenderal, 15 eselon satu, dan 56 eselon dua.

Jokowi menjabarkan bahwa tantangan para diplomat saat ini antara lain konflik dan perang yang terjadi di berbagai belahan dunia, krisis kemanusiaan, pengungsi yang mencapai jutaan, kejahatan lintas batas, dan terorisme yang mengancam semua negara, tidak termasuk Indonesia.

"Persaingan ekonomi yang semakin tajam dan semua negara ingin jadi pemenang. Kecenderungan proteksionis semakin meningkat, baik dalam bentuk hambatan tarif dan nontarif. Inilah tantangan yang harus kita hadapi, dan tantangan bagi diplomat," ucap Jokowi kepada para diplomat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Jokowi pun mengingatkan para diplomat bahwa 260 juta penduduk Indonesia mengharapkan mereka memperjuangkan kepentingan bangsa. Karena itu, pendekatan baru diplomasi diperlukan untuk menjawab tantangan zaman.

Seusai membuka rapat kerja, Jokowi kemudian bertemu dengan para diplomat muda Indonesia di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi berbincang santai dengan para diplomat muda sambil menikmati makanan dan minuman di kantin. Ia mendorong para diplomat muda untuk memahami isu-isu yang menjadi kepentingan bangsa Indonesia.

Raker tersebut mengusung tema Diplomasi zaman now. Tema yang terbilang singkat, tetapi memiliki makna yang merepresentasikan tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia ke depan.

"Kata zaman now merupakan kunci dari segala perubahan mindset atau revolusi mental yang juga harus dilakukan oleh diplomat seluruh Indonesia," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Perubahan mindset tersebut, ujar Retno, harus dilakukan. Pasalnya perubahan tersebut belum dilakukan di semua lapisan, bahkan belum dilakukan pelaksana lapangan. "Untuk membawa Indonesia melompat maju, dan memastikan lompatan tersebut dirasakan manfaatnya bagi masyarakat kita dan dunia, perubahan mindset harus dilakukan oleh setiap orang dan setiap diplomat Republik Indonesia."(Nur Aivanni/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya