Tanamkan Budaya Antikorupsi sejak Dini

Ric/P-2
12/2/2018 10:23
Tanamkan Budaya Antikorupsi sejak Dini
(Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat Yuyuk Andriati Iskak -- ANTARA FOTO/Reno Esnir)

KAJIAN KPK menyebutkan hanya 4% keluarga di Indonesia yang ajarkan kejujuran kepada keluarganya. Angka ini di-sayangkan mengingat budaya antikorupsi harus dimulai dari keluarga.

"Dari 4% itu yang paling banyak ajarkan kejujuran ialah kaum perempuan," ucap Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat Yuyuk Andriati Iskak dalam diskusi bertajuk Perempuan dan Gerakan Antikorupsi, di Wahid Institute, Jakarta, Jumat (9/2).

Untuk itu KPK mendorong upaya agar perempuan sebagai agen pencegah korupsi. Salah satu program andalan mereka ialah Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). "Sudah ada lebih dari 1.500 agen SPAK di Indonesia kami dorong bagaimana terlebih dahulu mereka sadar apa itu korupsi," lanjut dia.

Pasalnya, pemahaman terhadap korupsi kadang tidak disadari banyak pihak. Perempuan dengan aktivitas sosial bisa menjadi kunci dalam menyebarkan informasi tersebut.

Hanya saja, Yuyuk menilai hasil dari upaya pencegahan dan edukasi tersebut tidak dapat langsung dinikmati. Perlu waktu yang panjang agar edukasi bisa tertanam di masyarakat luas.

"Ada beberapa perubahan yang kita catat. Misalnya, penggunaan mobil dinas. Di daerah banyak mobil dinas dipakai ke pasar, antar anak, itu kita terangkan itu ialah bibit koruptif. Jangan bayangkan itu mudah, tapi untuk orang seperti itu berubah dan di daerah pula, itu perubahan luar biasa.''

Koodinator Divisi Jaringan ICW Abdullah Dahlan menambahkan orangtua dapat mencegah korupsi di sekolah dengan membentuk forum orangtua. Abdullah menyatakan budaya korupsi di perempuan mengkhawatirkan di tingkat politik. Sebab seringkali pemenuhan kuota perempuan di parpol justru menghasilkan kader yang tidak mumpuni.

"Kita bisa lihat banyak perempuan yang jadi kader atau kepala daerah, tapi banyak juga yang kena kasus. Masalah ada di perekrutan,'' ujar Abdullah.(Ric/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya