Masyarakat Jangan Mau Diprovokasi

Thomas Harming Suwarta
12/2/2018 07:30
Masyarakat Jangan Mau Diprovokasi
(ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO)

SEJUMLAH kalangan mengutuk aksi-aksi penyerangan bernuansa sentimen keagamaan yang berlangsung pekan-pekan belakangan ini. Namun, atas insiden itu masyarakat diminta tetap bersikap tenang, tidak tersulut upaya provokasi pihak-pihak tertentu.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun mengecam peristiwa penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama. Menag berharap aparat segera menindak para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.

"Peristiwa tindak kekerasan terhadap sejumlah pemuka agama belakangan ini di beberapa tempat, bahkan terjadi di rumah ibadah, merupakan perilaku yang tak bisa dibenarkan sama sekali, atas dasar alasan apa pun," tegas Menag di Jakarta, Minggu (11/2).

Menag berharap aparat penegak hukum mampu mengungkap motif di balik semua itu. Menag juga mengajak umat beragama menyerahkan pengusutan kasus-kasus itu kepada yang berwajib. "Lebih dari itu, kami berharap umat dapat saling menahan diri dan tidak terprovokasi."

Sebelumnya, penyerangan menimpa jemaat Gereja St Ludwina di Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (11/2) pagi. Penyerangan dilakukan oleh pemuda dengan menggunakan pedang saat perayaan ekaristi berlangsung. Selain melukai empat jemaat, pelaku juga mencederai Romo Karl Edmun Prier SJ yang tengah memimpin misa. Ia pun harus dilarikan ke rumah sakit.

Tidak hanya menimpa umat kristiani, serangan juga sempat menimpa umat Islam, khususnya ulama, juga pemuka agama lain (lihat grafik).

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin melihat insiden-insiden penyerangan yang belakangan terjadi itu seperti dikendalikan skenario sistemik bertujuan menyebarkan rasa takut dan pertentangan antarumat beragama, dan akhirnya menciptakan instabilitas nasional.

Untuk itu, Din berpesan kepada umat beragama agar tetap tenang, dapat mengendalikan diri, dan jangan terprovokasi oleh pihak yang memang sengaja ingin mengadu domba antarumat beragama.

Mengganggu kerukunan

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pun meminta seluruh umat beragama, baik Katolik maupun umat agama lain agar tidak terprovokasi dengan aksi-aksi penyerangan, termasuk di Gereja Katolik St Lidwina. KWI memercayakan kepada Polri untuk melakukan penegakan hukum dengan transparan dan profesional.

Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Romo Agus Ulahayanan pun meminta masyarakat waspada terhadap setiap bentuk informasi yang sengaja ditambah-tambahkan untuk memperkeruh suasana.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan penyerangan jemaat Gereja St Lidwina. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi meminta Polri bertindak cepat mengusut tuntas motif pelaku dan segera memberi keterangan kepada masyarakat agar tidak timbul fitnah atau prasangka buruk yang mengganggu harmoni kehidupan antarumat beragama.

Setara Institute mengingatkan pemerintah, pemuka agama, dan elite keagamaan bahwa potret riil kerukunan terletak di akar rumput.

"Kerukunan riil dapat dilihat dalam relasi antarumat di level bawah. Bukan di atas meja rapat dan ruang-ruang seremonial antarpemuka agama," papar Setara dalam siaran pers, kemarin.(Nda/Ind/AT/AU/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya