Penambahan Kursi Harus Dibarengi Kinerja

Nov/YH/P-3
09/2/2018 08:19
Penambahan Kursi Harus Dibarengi Kinerja
(Menkum dan HAM Yasonna Laoly -- MI/MOHAMAD IRFAN)

PEMERINTAH dan delapan fraksi DPR sepakat menambah jumlah kursi pimpinan DPR dan MPR hasil Pemilu 2014. Pimpinan DPR bertambah satu orang, sedangkan pimpinan MPR bertambah tiga orang.

Kesepakatan itu dicapai dalam rapat pleno Panitia Kerja (Panja) Revisi UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/2) dini hari.

"Kami dapat menyetujui tambahan tiga wakil ketua untuk MPR dan satu wakil ketua untuk DPR dari F-PDIP," jelas Menkum dan HAM Yasonna Laoly, seusai rapat.

Kesepakatan itu didukung delapan fraksi, yakni PDIP, Golkar, PKB, Gerindra, Hanura, PKS, Demokrat, dan PAN. NasDem dan PPP menolak penambahan kursi untuk pimpinan MPR. Yasonna menyebut perbedaan pendapat itu sebagai bagian dari dinamika politik.

Selanjutnya, kata dia, pimpinan DPR dan MPR periode 2019-2024 akan dikembalikan pada posisi semula, yakni satu ketua dan empat wakil ketua. Mekanisme penentuannya mengacu pada hasil Pemilu 2019, dari urutan pertama hingga kelima.

Ketua Panja, Supratman Andi Agtas, menyatakan penambahan tiga kursi pimpinan MPR akan diisi PDIP, Gerindra, dan PKB, berdasarkan hasil Pemilu 2014. "Jadi, nomor satu, tiga, dan enam, jadi yang akan duduk ialah PDIP, Gerindra, dan PKB," jelasnya.

Namun, anggota panja dari F-PPP Arsul Sani tidak setuju jika kursi ketua MPR diberikan kepada partai pemenang pemilu karena MPR terdiri atas perwakilan DPR dan DPD. Arsul menganggap pasal itu berpotensi melanggar konstitusi.

Sementara itu, anggota DPR dari F-NasDem Hamdani menolak seluruh komposisi penambahan pimpinan DPR, MPR, dan DPD. Alasannya, penambahan pimpinan tidak akan berpengaruh terhadap kinerja dewan. "Fraksi NasDem berpendapat revisi UU MD3 masih perlu pendalaman," tandasnya.

Di sisi lain, Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) dikabarkan mengundurkan diri dari kursi pimpinan MPR. "Ya, benar. Sebenarnya sudah sejak awal diniatkan. Hanya karena kemarin dipilih gabungan parpol dan DPD jadi masih dipikirkan caranya," kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika.

Pengunduran diri OSO sudah disampaikan secara resmi kepada Pasek saat perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Sumatra Barat, kemarin. Salah satu alasannya, OSO ingin fokus mengemban jabatan sebagai Ketua DPD. Pasek pun menyatakan siap menggantikan OSO sebagai Wakil Ketua MPR.(Nov/YH/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya