KPU Galang Pembekalan Antigolput

Kristiadi
07/2/2018 08:14
KPU Galang Pembekalan Antigolput
(ANTARA/Fouri Gesang Sholeh)

JELANG pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Komisi Pemilihan Umum memberikan pembekalan kepada sejumlah agen guna menyosialisasikan hak dan kewajiban pemilih dalam pilkada. Tujuannya, untuk meningkatkan partisipasi warga dalam menggunakan hak pilih dan tidak menjadikan golput sebagai pilihan dalam pesta demokrasi.

"Agen sosialisasi itu akan langsung bersentuhan dengan masyarakat sehingga mereka mengetahui seluk-beluk pilgub, terutama bagaimana cara efektif untuk meningkatkan partisipasi dan menjadi pemilih yang cerdas. Intinya, masyarakat disadarkan untuk antigolput," kata Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, KPU Kota Tasikmalaya, Hotum Hotimah, di Tasikmalaya, kemarin.

Pendidikan politik sangat penting karena selama ini masyarakat cenderung apatis dan pragmatis sehingga terjebak pada golput dan money politics. "Agen sosialisasi tahap awal ini berjumlah 20 orang. Mereka akan diberangkatkan ke KPU Jabar pada 7 Februari untuk dikukuh-kan," ujarnya.

Selain itu, Hotum juga meminta setiap parpol memberikan edukasi politik kepada masyarakat agar menggunakan hak pilih dalam pemilu dan pilkada. Terutama, kepada pemilih pemula. "Kami meminta agar parpol, tim kampanye, dan pasangan calon dapat melakukan edukasi politik dan tidak hanya aktif mencari dukungan suara," tuturnya.

Tidak linier

Bakal calon Gubernur Jabar Tubagus Hasanudin enggan menanggapi serius soal hasil survei terbaru yang menempatkannya pada posisi buncit. Menurutnya, hasil survei tidak menjadi jaminan. Apalagi, hasil pilgub Jabar pada 2008 dan 2013 tidak linier dengan survei yang diumumkan sebelumnya. "Tahun 2008 dan 2013 yang menang di survei ternyata kalah di pilkada. Ya sudah, semua hanya karena Allah. Happy-happy saja, jalani saja," kata politikus PDIP itu.

Kandidat yang diusung PDIP itu justru mengklaim tingkat popularitas dan keterpilihan di masyarakat terus meningkat. Dia menyebut timnya memiliki hasil survei terbaru meski tidak dipublikasikan.

Hasilnya cukup menggembirakan. Popularitas dan elektabilitas pasangan Tubagus Hasanudin dan Anton Charliyan, berdasarkan survei internal, mencapai 8,25%. "Saya ini kan baru masuk (yang paling akhir ditetapkan sebagi bakal calon gubernur). Kami mulai dari 0," ucapnya optimistis.

Lebih lanjut, dia meminta para kader dan simpatisan tidak menggunakan cara-cara yang salah dalam kampanye. Terlebih, di era digital saat ini berbagai potensi konflik rentan terjadi jelang pesta demokrasi. "Saya meminta seluruh kader tak bermain fitnah di medsos. Kalau ada, yang menyebabkan disintegrasi, serahkan ke penegak hukum," tegasnya.

Pasangan Hasanudin-Anton mendapat dukungan dari sejumlah santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri, dan Mahasiswa Jawa Barat (KPPSM). Massa KPPSM memberikan dukungan dengan menggelar longmarch dari Tugu KH Zaenal Mustofa di Kota Tasikmalaya menuju Kota Bandung. "Pilgub Jabar harus lahirkan pemimpin terbaik," kata koordinator KPPSM, Dede Heri.(BY/P-3)

#PILKADA



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya