Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA sudah menjadi tempat pembuatan atau laboratorium narkotika. Di negeri ini segala macam jenis narkotika dapat ditemukan.
Hal itu terungkap dari rapat dengar pendapat (RDP) antara Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso dengan Komsi III DPR RI, Selasa (6/2).
Pria yang akrab disapa Buwas itu mengatakan, salah satu keberhasilan mengungkap kasus narkoba pada tahun lalu adalah berkat bantuan dari pemerintah Tiongkok.
"Keberhasilan kita kemarin mengungkap jumlah besar karena Tiongkok memberi informasi. Saat ini kita kerja sama dengan Timor Leste. Kita temukan bahan baku pembuatan narkoba yang masuk ke Indonesia 620 ton. Ini memprihatinkan sekali bahwa ternyata negara kita jadi ladang (narkotika). Segila-gilanya Pak Buwas tetap manusia biasa yang tidak bisa mampu sebagaimana yang diharapkan," ujarnya.
Bahkan, kata dia, saat ini sudah ada cara pengiriman paket bahan narkoba yang dikirim melalui sebuah majalah. Jika petugas di lapangan tidak jeli, narkotika akan masuk dengan mudah ke Indonesia.
"Jadi pakai pos dan per lembar majalah itu adalah narkotika. Kalau kita tidak jeli maka kita kebobolan dan itu bisa jadi 2000 ektasi kelas 1 murni. Itu modus baru yang kita temukan dan modus ini terus berkembang. Kenapa BNN sulit? Itu karena ada keterlibatan oknum di lembaga pemasyarakatan (LP) yang mengakibatkan LP jadi ladang dan mengendalikan narkotika. Hampir 90% dikendalikan dari LP," paparnya.
Lebih lanjut Buwas mengungkapkan Indonesia menjadi laboratorium pembuat narkotika, dan berbeda dengan negara-negara lain. Itulah yang menyebabkan alasan terbatasnya narkotika jenis baru di negara lain.
"Rusia hanya tiga jenis narkoba yang beredar, Prancis hanya lima, Kolombia ada lima, dan Amerika enam. Indonesia seluruhnya ada dan semua terpakai habis. Ternyata hasil evaluasi kami, Indonesia dijadikan laboratorium pembuat narkotika. Dicoba cari model baru di Indonesia karena masyarakat mau beli dan pakai. Ini bukti bahwa narkotika jenis baru tidak beredar di negara lain karena di uji coba di Indonesia bahkan di jual juga," ungkapnya.
Salah satu faktor penyebabnya menurut dia adalah karena impor prekursor atau bahan baku obat-obatan tidak bisa diawasi. Prekursor adalah salah satu bahan narkotika yang diimpor resmi dan bisa beredar ke mana-mana.
"Tidak ada pertanggungjawaban untuk apa prekursor ini dan jumlah yang masuk luar biasa. Kalau ini kita gagal kerja sama dengan Timor Leste, 620 ton akan masuk ke Indonesia secara bertahap," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved