Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi dari pihak Garuda Indonesia, dengan memanggil pegawai dan sejumlah pejabat dari maskapai tersebut.
Para saksi tersebut dipanggil untuk tersangka Emirsyah Satar.
"Hari ini kami memanggil sejumlah saksi dari Garuda Indonesia untuk tersangka Emirsyah Satar terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero)," jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/2).
Para saksi yang di periksa di antaranya adalah mantan Direktur Produksi PT Citilink Indonesia Hadinoto Soedigno, mantan Executive Project Manager Garuda Kapten Agus Wahjudo, dan dua pegawai Garuda, yakni Reanindita serta Rajendra Kartawiria.
Hadinoto Soedigno merupakan mantan Direktur Teknik Executive Vice President Engineering Maintenance Service Garuda, ketika Emirsyah masih menduduki jabatan Direktur Utama Garuda pada 2009. Hedianto kemudian menjabat sebagai Direktur Produksi dari Citilink. Namun ia dan CEO Citilink saat itu Albert Burhan mundur dari jabatannya setelah munculnya insiden pilot Citilink yang mabuk
KPK saat ini telah menetapkan dua tersangka yakni Emirsyah Satar dan Direktur Utama Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo, dalam kasus suap pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia.
Dalam memproses kasus suap ini, KPK memulai prosesnya setelah mendapatkan notifikasi dari Inggris. Sebab kasus suap tersebut diduga dilakukan lintas negara. KPK bekerja sama dengan dua badan antirasywah negara lain, yakni Serious Fraud Office (SFO) Inggris, dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura.
Emirsyah diduga menerima suap uang 1,2 juta euro dan US$180.000 atau sekitar Rp20 miliar. Suap itu ditransfer secara bertahap dari Rolls-Royce melalui Soetikno. Selain uang, Emir juga diduga menerima barang yang bernilai Rp26 miliar. Suap itu disinyalir agar Emir mau membeli mesin pesawat Rolls-Royce dalam pengadaan pesawat Airbus.
Sebelum ini KPK telah memanggil Dirut PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Iwan Joeniarto. Dalam pemeriksaa akhir Januari lalu, Iwan mengaku ditanya tentang perjanjian Garuda dengan dengan Airbus SAS. Namun Iwan tak menjelaskan detail perihal kesepakatan yang akhirnya ditengarai beraroma suap tersebut. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved