Holding untuk Memperkuat

Nyu/E-1
05/2/2018 10:03
Holding untuk Memperkuat
(MI/Adam Dwi)

PEMBENTUKAN perusahaan induk atau holding BUMN merupakan kebijakan yang paling sering ditanyakan saat ini.

Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong yang menjadi moderator saat kuliah umum Menteri BUMN Rini Soemarno pun melontarkan pertanyaan tentang bagaimana proses pembentukan holding BUMN saat ini.

Menteri Rini pun menjelaskannya dengan memaparkan fakta bahwa sebelum masa pemerintahan Presiden Jokowi sudah ada 3 holding yang terbentuk, yakni holding semen, pupuk, dan perkebunan.

“Jadi sebetulnya lucu juga kok mengenai holding jadi ramai. Padahal, sebelumnya sudah terjadi,” kata Rini

Menurut Rini, salah satu isu yang dihembuskan agar holding tidak tercapai ialah isu yang menyebut tujuan
holding ingin menjual BUMN. Padahal, isu itu sama sekali tidak benar.

Justru dengan holding pemerintah ingin memperkuat BUMN di sektor tersebut agar daya saingnya semakin kuat.

“Tujuan holding bagaimana memperkuat posisi BUMN di sektor itu,” tegas Rini.

Rini mencontohkan pembentukan holding tambang dengan Inalum sebagai induk holding beserta Antam, Timah, dan Bukit Asam sebagai anggotanya. Perlunya pembentukan holding tambang, kata dia, karena selama ini penambangan batu bara, timah, bauksit, dan nikel hanya berhenti di sektor hulu. Padahal, jika dilakukan hilirisasi, akan tercipta nilai tambah.

Selain meningkatkan daya saing, pembentukan holding tersebut juga bertujuan untuk menekan biaya operasional sehingga tercipta efisiensi. Semisal pada holding tambang, setiap perusahaan yang ada di dalamnya bisa saling berbagi penggunaan alat berat dan program IT karena operasional yang mirip.

Contoh lain di perbankan. Meski belum terbentuk, hasil kerja sama 4 bank BUMN terasa dengan makin banyak dan luasnya cakupan ATM Merah Putih yang merupakan ATM gabungan Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. (Nyu/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya