BUMN memang Hadir untuk Negeri

Erandhi Hutomo Saputra
05/2/2018 09:55
BUMN memang Hadir untuk Negeri
(MI/ADAM DWI)

SEBAGAI sebuah korporasi, badan usaha milik negara (BUMN) tidak hanya memikirkan kinerja keuangan agar selalu biru. Akan tetapi, BUMN juga menjalankan fungsi lain yang tidak dimiliki perusahaan lain, yakni sebagai agen pembangunan.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan itu selalu disampaikan kepada para direksi BUMN dengan cara mengajak mereka untuk ikut dalam kunjungannya ke daerah-daerah.

“Saya mengajak direksi untuk keluar dari lingkungan kantor dan bisa menyadari banyak masyarakat yang belum beruntung, tidak sebaik kita (direksi) kehidupannya sehingga kita punya tanggung jawab membantu mereka yang belum beruntung menjadi lebih baik,” ujar Rini dalam kuliah umum bertajuk Sinergi BUMN Membangun Negeri di Kompleks Media Group Jakarta, Jumat (2/2).

Mengajak para direksi untuk keluar dari zona nyaman tersebut, kata Rini, juga untuk membangun keakraban sehingga manfaat sinergi tidak hanya tecermin dalam kinerja perusahaan, tetapi juga secara emosional.

“Kita (direksi) ini bersaudara, pemiliknya satu (pemerintah), harus bisa saling komunikasi dan konsultasi. BUMN juga punya fungsi agen pembangunan bagaimana bisa lakukan aktivitas untuk membangun negara dan bisa membantu program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat,” tukasnya.

Bukti kehadiran BUMN secara nyata untuk membangun negeri itu dapat terlihat dari program tol laut. Kerja sama BUMN baik dari sisi pelabuhan, yakni Pelindo ataupun angkutan kapal seperti Pelni dan ASDP bisa menurunkan harga barang di Indonesia timur.

“Contoh kita bisa turunkan harga semen yang tadinya di Puncak Jaya, Papua Rp2 juta/ sak menjadi Rp500 ribu. Di Wamena Rp1 juta menjadi Rp380 ribu. Itu kita lakukan tanpa subsidi negara, betulbetul dengan sinergi BUMN,” ucapnya

Tidak hanya sampai di situ, kepedulian BUMN untuk meningkatkan ekonomi rakyat juga ditunjukkan dengan memberdayakan UMKM. Hal itu dilakukan melalui program rumah kreatif BUMN. Dengan program itu, setiap UMKM bisa mendaftarkan diri untuk mendapat pembinaan semisal dalam hal pengemasan. Setelah itu, juga dibantu dalam pemasarannya melalui e-commerce milik BUMN, blanja.com.

“Target kita bangun (rumah kreatif BUMN) di seluruh kabupaten dengan total 517, saat ini sudah dibangun 183 rumah kreatif,” sebutnya.

Dengan contoh yang ia sampaikan, Rini tidak habis pikir jika ada yang beranggapan sinergi BUMN mematikan perekonomian rakyat.

“BUMN salah satu fungsi utamanya agen pembangunan, mana mungkin mematikan UMKM. Kalau ada yang mematikan UMKM, itu direksinya langsung saya ganti,” tegas Rini.

Daerah 3T
Peran BUMN untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat itu salah satunya dijalankan oleh PLN. Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan fungsi sebagai agen pembangunan itu benar-benar dilakukan ketika membangun jaringan listrik di daerah terpencil, terdepan, dan terjauh (3T). Dengan kondisi yang sangat jauh berbeda seperti di Jawa, PLN tidak lagi berhitung untung rugi. “Namun, sebagai kewajiban agen pembangunan kami coba melistrikinya,” ungkap Sofyan.

Sofyan mencontohkan biaya pemasangan jaringan listrik di daerah 3T sangat jauh berbeda jika dibanding pemasangan listrik di Jawa. Untuk itu, skema subsidi silang dilakukan oleh PLN.

“Di Jawa untuk melistriki rumah tangga karena infranya sudah ada biayanya hanya Rp1 juta-Rp2 juta, tapi begitu pedalaman Papua dan pulau terluar dengan infrastruktur yang terbatas satu rumah tangga bisa mencapai Rp150juta-Rp200 juta,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Telkom. Direktur Utama Telkom Alex Sinaga mengaku ajakan Rini ke daerah selalu bertujuan untuk memastikan adanya konektivitas di daerah-daerah. Seperti saat ia diajak Rini ke Pulau Lira, Kabupaten Maluku Barat Daya, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Alex bercerita di daerah tersebut tidak ada sinyal yang tersedia dari Indonesia. “Di sana yang ada sinyal dari Timor Leste,” kata Alex

Karena itu, ia memutuskan untuk membangun tower BTS dengan bantuan camat dan bupati. “Saya temui camat dan bupati dikasih tanah, 3 bulan kemudian dibangun tower BTS setinggi 72 meter, seluruh kawasan itu saat ini bisa menerima sinyal 3G dan 4G,” ungkapnya.

Dari cerita Pulau Lira itu, Rini mengambil kesimpulan dengan sinergi BUMN daerah yang tadinya terisolasi, saat ini sudah tersentuh aktivitas perekonomian.

“Mulanya semua (direksi) ngomel naik kapal 8 jam kesana. Saya berterima kasih ke Telkom karena BTS dibangun dan PLN karena listrik disambung dan kita kirim 20 dokter. Dengan sinergi ini sekarang (warga Pulau Lira) punya aktivitas ekonomi dan sebentar lagi ada cold storage karena sudah ada listrik.” (Hym/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya