SBY Anggap Tuduhan Mirwan Masalah Serius

Dro/Gol/P-2
01/2/2018 12:00
SBY Anggap Tuduhan Mirwan Masalah Serius
(DOK MI/ARYA MANGGALA)

MANTAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal tudingan Mirwan Amir, bekas anak buahnya di Partai Demokrat. Mirwan menuding SBY tak mau menghentikan proyek KTP-E. Tudingan itu terlontar saat Mirwan menjadi saksi untuk terdakwa Setya Novanto.

"Menuduh saya seperti itu sangat serius," kata SBY dalam rekaman yang diterima Medcom.id, kemarin.

Dalam rekaman hampir sembilan menit itu, SBY menjawab pertanyaan sejumlah orang. "Selama 10 tahun (saya memimpin), wajib bagi saya menjalankan amanah undang-undang dan program pemerintah. Salah satunya (proyek) KTP-E," SBY melanjutkan.

SBY memastikan ada payung hukum saat dirinya meminta bawahan melanjutkan proyek KTP-E. "Implementasinya ada, keppresnya ada, siapa dewan pengarahnya, sampai (siapa) pelaksana yang paling rendah di lapangan."

Menurut dia, tak mungkin seorang presiden ceroboh dalam mengambil keputusan. Menurutnya, seorang presiden diamanahi untuk meng-urus pemerintahan.

"Saya tak terima dibeginikan," ujar Ketua Umum Partai Demokrat itu. SBY mencium kesaksian Mirwan di persidangan amat politis.

"Saya mengerti mana yang yuridis dan mana yang politis. Kalau tiba-tiba tak ada angin dan tak ada hujan (Mirwan menuding), menurut saya itu politis. Bisa saja ingin merusak nama baik saya dan Demokrat karena Pemilu 2019."

Meski begitu, SBY tak buru-buru menunjuk nama. Dia juga tak melihat ada upaya dari Setya Novanto ingin menyudutkannya.

"Saya tak yakin ini skenario Setya Novanto," kata dia.

Saat dimintai konfirmasi mengenai pernyataan SBY ini, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan tak menampik. Ia menyatakan ada upaya menjatuhkan SBY dan Partai Demokrat dari kesaksian Mirwan Amir.

Namun, Syarief tak mau buru-buru berkomentar mengenai sikap SBY dalam rekaman itu. "Saya mau mendengarkan terlebih dulu," ujarnya.

Saat sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek KTP-E pada 25 Januari 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghadirkan Mirwan Amir. Saat itu, Mirwan menyebut proyek tersebut merupakan kepentingan pemerintahan SBY.

Mirwan menyatakan SBY menyuruh proyek KTP-E dilanjutkan walaupun sudah tercium ada polemik. "Tanggapannya dari SBY bahwa ini kita untuk menuju pilkada, jadi proyek ini dite-ruskan," ujar Mirwan.(Dro/Gol/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya