Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menanggapi santai mengenai wacana penunjukan dua perwira tinggi Polri menjadi penjabat gubernur di Sumatra Utara dan Jawa Barat. Jokowi menegaskan usulan itu juga belum tentu masuk ke ruang kerjanya.
"Banyak yang berprasangka dulu, suudzan dulu. Padahal, itu belum tentu suratnya sampai ke saya," kata Presiden di Istana Negara Jakarta, kemarin.
Presiden juga mempertanyakan banyak pihak yang mempermasalahkan wacana tersebut karena sebelumnya penjabat gubernur dari TNI dan Polri tidak dipermasalahkan. "Yang dulu-dulu enggak ada masalah, dulu banyak, loh, yang dari TNI ada, Polri ada, biasa saja," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan.
Namun, Presiden kembali menegaskan bahwa surat yang terkait penunjukan penjabat gubernur dari petinggi Polri hingga saat ini belum sampai ke mejanya. "Sekali lagi itu belum masuk meja saya, jadi saya enggak mau komentar dulu," ujar Presiden.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan Kapolri belum membalas surat permintaan pengajuan nama calon penjabat gubernur yang dikirim Kemendagri pada 19 Januari 2018.
"Sampai detik ini Kapolri belum membalas surat itu. Kalau belum bagaimana, dua nama itu hanya spekulasi," kata Iqbal, kemarin.
Iqbal mengatakan permintaan itu dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menyukseskan sekaligus mengamankan pelaksanaan pilkada yang sudah di depan mata. "Kami harus mendukung Kemendagri untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada. Apalagi dulu ada perwira tinggi Polri aktif menjadi Plt Sulbar ternyata aman. Dengan itu kami persiapkan. Sekarang tim yang dipimpin ASDM sedang bekerja tentang nama itu. Surat itu bisa diiyakan bisa juga tidak," ungkapnya.
Dia menuturkan masyarakat tidak meragukan netralitas Polri. "Kami tidak ngotot, tetapi diminta. Tidak hanya Polri diminta, tapi ke semua lembaga. Juga saya tambahkan surat itu tidak spesifik menyebutkan nama dan daerah," tuturnya.
Dua perwira tinggi Polri yang disebut-sebut itu ialah Irjen Mochamad Iriawan menjadi penjabat Gubernur Jabar, sedangkan Irjen Martuani Sormin menjadi penjabat Gubernur Sumut.(Nur/Sru/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved