Kolaborasi BIN, ITB Kembangkan Inovasi Teknologi

31/1/2018 12:58
Kolaborasi BIN, ITB Kembangkan Inovasi Teknologi
(ANTARA)

BADAN Intelijen Negara (BIN) menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk membangun kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangan inovasi teknologi untuk kepentingan intelijen.

Suasana penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala BIN Budi Gunawan dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi, di Gedung Aula Timur Kampus Ganesha ITB, Rabu (31/1), berlangsung gayeng.

Dokumen Nota Kesepahaman antara BIN dan ITB memuat komitmen kerja sama dalam bidang pengembangan SDM, riset inovasi, dan manajemen di bidang teknologi intelijen.

Kadarsyah menyampaikan bahwa setelah penandatangan Nota Kesepahaman tersebut, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengembangan produk dan riset inovasi dalam bidang teknologi intelijen.

PKS yang ditanda tangani pada saat yang bersamaan dengan Nota Kesepahaman tersebut menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun sistem penunjang intelijen di Indonesia, khususnya dengan memanfaatkan produk teknologi intelijen yang mutakhir dan inovatif.

Sebanyak 26 topik riset inovasi di ITB akan dikembangkan menjadi produk-produk yang mampu mendukung teknologi intelijen BIN, termasuk di antaranya teknologi telekomunikasi, sensor biologi, dan advanced material technology.

Sementara itu, dokumen kedua PKS tersebut memuat kolaborasi yang fokus pada kerja sama pengembangan 18 produk dan riset inovasi dalam bidang teknologi intelijen siber, seperti threat detection dan cyber forensic.

Selain kerja sama pengembangan produk, turut ditandatangani pula perjanjian kerja sama dalam pengembangan SDM. Dalam PKS bidang pengembangan SDM tersebut, terdapat 8 jenis pelatihan yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan sumber daya di BIN dalam berbagai aspek, termasuk di antaranya teknologi siber, organisasi, dan big data analysis.

Acara semakin menarik dengan adanya demonstrasi inovasi teknologi berupa drone (UAV) dan big data analysis. Tim peneliti ITB berhasil mengembangkan teknologi drone radar yang mampu mendeteksi aktivitas penyadapan pada suatu lokasi tertentu secara akurat.

Sementara itu, Kazee intelligent sebagai produk dari big data analisys yang dikembangkan ITB, mampu memprediksi adanya potensi ancaman yang dimungkinkan muncul akibat dinamika sosial, budaya, ekonomi, politik dll, termasuk potensi ancaman ke depan beserta aktornya dengan maraknya peredaran berita bohong (hoaks).

Agenda acara diakhiri dengan kegiatan makan siang bersama dan ramah tamah. Para hadirin juga ikut menikmati sederet pameran inovasi yang ditampilkan di sisi Selatan Gedung Aula Timur Kampus ITB. Jajaran Pimpinan ITB, Ketua Senat Akademik dan anggota, Ketua Forum Guru Besar (FGB) dan sejumlah guru besar. Hadir pula anggota Majelis Wali Amanat Kuntoro Mangkusubroto, yang ikut berinteraksi dan berdiskusi bersama dengan Kepala BIN beserta pejabat-pejabat utama BIN lainnya.

Acara semakin meriah dengan diiringi penampilan musik dan lagu dari Brass Band STIN yang memukau. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya