Lebih dari 2 Paslon di Pilpres 2019

Christian Dior Simbolon
31/1/2018 09:26
Lebih dari 2 Paslon di Pilpres 2019
(MI/RAMDANI)

WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memrediksi Pilpres 2019 akan diikuti lebih dari dua calon. Menurut Kalla, ditetapkannya ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) sebesar 20% memungkinkan terbangun beberapa koalisi parpol yang mengusung calon berbeda.

"Kan PT 20%, secara teori setidaknya bisa empat, mungkin juga tiga. Pengalaman yang lalu kan yang pertama (Pilpres) 2004 ada empat calon, (Pilpres) 2009 (ada) tiga calon," ujar Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.

Kalla mengaku tak bakal heran jika salah satu calon di Pilpres 2019 itu ialah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia, wajar jika Prabowo sebagai pendiri Gerindra berhasrat menjadi orang nomor satu di negeri ini.

"Kalau pimpinan partai tidak mempunyai minat untuk kekuasaan, berarti bukan pimpinan partai. Jika Pak Prabowo ingin menggunakan hak politiknya, tentu sah-sah saja. Wajar itu," tandasnya.

Prabowo sudah dua kali bertarung di pilpres, yakni pada 2009 dan 2014. Pada 2009 ia yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Lalu pada Pilpres 2014 ia mencalonkan diri sebagai presiden bersama cawapres Hatta Rajasa, tapi kembali menelan kekalahan, kali ini dari Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Pernyataan JK tersebut didasarkan atas ucapan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, yang menyebut partainya akan kembali memajukan Prabowo sebagai capres 2019. Ia menilai Prabowo akan lebih siap maju pada tahun depan setelah belajar dari kegagalan di dua pilpres sebelumnya.

"Gerindra hampir tidak ada perbedaan pendapat, pasti akan mencalonkan Pak Prabowo," kata Fadli sepeti dikutip dari medcom.id di Jakarta, kemarin.

Prabowo enggan terburu-buru menyatakan diri akan kembali bertarung di 2019. Menurutnya, masih ada waktu beberapa bulan ke depan untuk memikirkan hal itu.

"Ya, nanti kita lihatlah, Agustus (pendaftaran calon) kan masih lama," kata Prabowo di Kantor DPP Partai Gerindra saat verifikasi faktual oleh KPU, Senin (29/1).

Jokowi

Selain Prabowo, Presiden Joko Widodo digadang-gadang bakal kembali maju untuk meneruskan dua periode kepemimpinannya. Dukungan pun sudah dideklarasikan berbagai elemen masyarakat, salah satunya sekelompok anak muda di Surabaya yang menamakan diri Gerakan Muda Jokowi-Imin (Garda Koin).

Kemarin, mereka menyatakan Jokowi pantas kembali maju menjadi Presiden RI periode 2019-2024 bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Kombinasi keduanya dinilai menyatukan sisi nasionalis-religius sehingga pas memimpin Indonesia.

"Kami yakin, jika Pak Jokowi dan Cak Imin bersatu, keduanya akan mampu membuat Indonesia maju dalam bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain-lain," kata Koordinator Garda Koin Kota Surabaya, Edi Irawan, di Surabaya, kemarin. (Ant/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya