Jokowi Imam Salat Ghani Jadi Makmum

Nur Aivanni/Ant/X-5
31/1/2018 08:03
Jokowi Imam Salat Ghani Jadi Makmum
(BIRO PERS DAN MEDIA ISTANA)

ADA yang menarik dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabul, Afghanistan, Senin (29/1). Jokowi sempat menjadi imam salat Zuhur di Masjid Arg, sedangkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menjadi makmumnya.

Seperti yang tampak dalam video Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi dan Ghani berjalan bersama menuju masjid dengan dipayungi pengawalan Pasukan Pengamanan Afghanistan. Kedua pemimpin itu terlihat berbincang hangat di tengah turunnya hujan salju.

Keakraban semakin terlihat saat mereka memasuki masjid. Kedua kepala negara itu bertukar tutup kepala.

Jokowi menerima longi, topi panjang yang menjuntai, juga mengenakan chapan, jubah khas Afghanistan. Sebaliknya Presiden Ashraf Ghani menerima peci hitam yang langsung dikenakan dengan dibantu Presiden Jokowi.

"Thank you," kata Ghani. Kemudian keduanya saling tersenyum dan berpelukan.

Setelah itu, keduanya menunaikan salat Zuhur berjemaah dengan Jokowi sebagai imamnya.

Peristiwa langka itu terjadi di sela-sela kunjungan kerja Jokowi ke Afghanistan beberapa hari setelah serangan bom mobil di Kabul, Afghanistan. Teror tersebut tidak menciutkan nyali Jokowi untuk menjejakkan kaki sebagai Presiden RI kedua setelah Presiden Soekarno yang mengunjungi Afghanistan.

Kunjungan Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Kabul memang terbilang singkat, sekitar 6 jam. Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Senin (29/1) rombongan tiba di Kabul pukul 11.40 waktu setempat atau 14.10 WIB dan meninggalkan Kabul pada pukul 17.25 waktu setempat atau 20.05 WIB.

Dari Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bergerak menembus salju dan angin dingin sepanjang jalan menuju Istana Presiden Agr yang ditempuh selama 10 menit. Presiden pun disambut dengan pelukan hangat Presiden Ashraf Ghani. Pertemuan kedua kepala negara itu tampak seperti dua sahabat yang sudah lama tak berjumpa.

Dalam pertemuan tete-a-tete alias empat mata, keakraban pun jelas terlihat. Tidak ada ketegangan yang memperlihatkan mereka berada di kota yang baru saja diguncang ledakan bom. Begitu pula saat pertemuan bilateral yang berlangsung hangat oleh tawa dan canda dari delegasi kedua negara.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid memuji kunjungan Jokowi ke Afghanistan. "Luar biasa, ada Presiden RI yang kedua datang ke Kabul, dan jadi imam, dan melakukan fungsinya dengan baik," katanya di Kantor Wapres, Jakarta.(Nur Aivanni/Ant/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya