Demokrasi Cara Tepat Layani Masyarakat

Rudy Polycarpus
28/1/2018 13:27
Demokrasi Cara Tepat Layani Masyarakat
(BIRO PERS ISTANA/SETPRES)

PRESIDEN Joko Widodo mengemukakan demokrasi merupakan cara yang paling tepat untuk melayani masyarakat Indonesia. Demokrasi juga memberikan ruang bagi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. "Dengan demokrasi, ekonomi Indonesia menjadi salah satu dari 20 terbesar di dunia," kata Presiden Jokowi saat berbicara di hadapan anggota Parlemen Pakistan (National Assembly), di Islamabad, Pakistan, Jumat (26/1) malam.

Presiden menegaskan demokrasi di Indonesia telah membuat stabilitas politik nasional dapat terjaga dan menjadikan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat di atas 5% setiap tahun.

Jokowi juga memastikan pertumbuhan ekonomi ini dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia. "Pembangunan yang berkeadilan terus menjadi prioritas."

Selain itu, Presiden Jokowi menekankan, yang diperlukan ialah komitmen kuat semua elemen bangsa. Komitmen untuk bertoleransi agar kemajemukan terjaga dan saling menghormati agar demokrasi berfungsi dengan baik.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menjelaskan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sekitar 87% dari 260 juta penduduk Indonesia, yang berarti 226,2 juta penduduk ialah muslim.

"Sebagaimana Pakistan, selain rumah untuk umat Islam, Indonesia juga menjadi rumah bagi umat Hindu, Katolik, Kristen, Buddha, dan lainnya. Indonesia ialah negara yang majemuk," ujarnya.

Presiden bersyukur, walaupun sangat majemuk dengan jumlah penduduk yang cukup besar dengan jumlah pulau yang lebih dari 17.000 dengan 1.340 etnik, Indonesia masih dapat menjaga kesatuannya.

"Bhinneka Tunggal Ika, itulah moto kehidupan berbangsa kami. Kami juga bersyukur bahwa kami dapat menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara secara demokratis. Semua orang memahami bahwa mengelola kemajemukan bukanlah hal mudah, menjalankan demokrasi juga bukan hal mudah," kata Presiden. Setelah berbicara di Parlemen Pakistan, Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain di Istana Kepresidenan Aiwan-e-Sadr, Islamabad.

Kunjungan ke Bangladesh

Seusai jamuan santap siang bersama PM Pakistan Shahid Khaqan Abbasi kemarin, rombongan Presiden melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Bangladesh.

Sebelum naik ke pesawat kepresidenan di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Presiden Jokowi sempat menjajal naik ke pesawat tempur JF-17 Thunder atas ajakan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain. Pesawat tempur ringan mesin tunggal yang dikembangkan Pakistan dan Tiongkok ini sebelumnya beratraksi saat upacara kenegaraan menyambut Presiden Jokowi di Prime Minister's House.

Saat tiba di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh, Presiden Jokowi dan Ibu Negara disambut Presiden Bangladesh Abdul Hamid didampingi Ibu Rashida Khanam Hamid. Tadi malam, Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Hamid di Credential Hall, Bangabhan Presidential Palace, dan diakhiri dengan jamuan santap malam bersama.

Dubes RI untuk Bangladesh Rina Soemarno mengatakan kunjungan Presiden Jokowi merupakan kunjungan kenegaraan yang sangat dinantikan. "Kunjungan pertama sejak 15 tahun terakhir. Jadi, Bangladesh sangat mengharapkan kunjungan ini, apalagi setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina beberapa kali berkunjung ke Indonesia," ujar Rina. (Ant/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya