Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku sedang menjadi rakyat jelata. Hal itu dikatakan dia lantaran kehidupannya di rumah tahanan KPK saat ini laiknya anak indekos.
Sensasi yang dirasakannya itu dikemukakan Novanto sebelum persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin. Pada pagi itu, dirinya menyatakan hanya menyantap mi instan untuk sarapan.
"Sekarang kan jadi anak kos, kan..he he. Sekarang rakyat jelata, tapi makannya sama-sama," ucap Novanto sambil terkekeh.
Novanto mengklaim sehari-hari ia melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mengepel, menyapu, dan mencuci piring. Namun, ia lebih banyak memilih mencuci piring. "Saya bagian cuci piring saja lah," terang dia.
Selama masa tahanan, Novanto mengalami penurunan berat badan hingga 2 kilogram. Walaupun menu di rutan berganti-ganti, Novanto menyatakan tidak jarang mendapat makanan kiriman dari Istrinya.
"Kita saling sharing (berbagi) satu sama lain, sama-sama susah kan," tukas dia.
Ia pun mengaku merasa kangen dengan keberadaan istrinya, Deisty Astriani Tagor, yang selalu setia hadir dalam persidangannya pada Senin dan Kamis.
"Ada tuh (Deisty) datang barusan, ya idaman kita semua kan bisa bareng, tapi keadaan kita harus sadari semuanyalah," ucap Novanto.
Novanto sempat menceritakan gempa pada Selasa (23/1) dengan kekuatan hingga 6,1 SR. "Iya berasa gempa, kaget lah, saya pikir saya pusing, penyidiknya yang keluar, kita sih tinggal berdoa saja lah ya," ungkapnya.
Novanto menjadi terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek KTP-E. Ia diduga menerima US$7,3 juta dan jam tangan Richard Mille senilai US$135 ribu.
Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, maupun rekan Novanto dan juga pemilik OEM Investment Pte LTd dan Delta Energy Pte Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.
Adapun jam tangan diterima Novanto dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Novanto telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut diperkirakan mencapau Rp2,3 triliun.(Ric/Ant/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved