Novanto Kaget Dikaitkan dengan Korupsi Bakamla

Damar Iradat
25/1/2018 12:45
Novanto Kaget Dikaitkan dengan Korupsi Bakamla
(MI/M. Irfan)

SETYA Novanto mengaku terkejut namanya disebut dalam sidang kasus korupsi pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Novanto menyebut tak pernah mengetahui urusan pengadaan satelit monitoring Bakamla.

"Saya nggak pernah tahu urusan Bakamla," kata Novanto sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini.

Terdakwa dalam kasus korupsi KTP elektronik itu mengaku heran namanya kerap dikaitkan dalam sebuah kasus. Ia menilai, ada pihak-pihak yang sengaja menyatut namanya.

Ia juga merasa ada pencemaran nama baik. Namun, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku tak berniat melaporkan soal pencatutan namanya itu.

"Kok selalu menghubungkan nama-nama saya itu? Apa karna namanya Setya Novanto itu. Saya nggak tahu bener, jahat juga ya. Cuma prihatin ajalah, nyebut nyebut. Tapi, kita lihat lah perkembangannya," tuturnya.

Dalam persidangan kasus korupsi Bakamla dengan terdakwa Nofel Hasan, Rabu, 24 Januari 2018 kemarin, nama Setya Novanto memang sempat disebut. Penyebutan nama Novanto tak lepas dari permintaan uang oleh politikus partai Golkar, Fayakhun Andriadi.

Uang itu diduga untuk keperluan musyawarah nasional (Munas) Golkar. Hal tersebut terungkap saat jaksa menampilkan percakapan antara politikus Partai Golkar Fayakhun Andriadi dengan pengusaha Erwin Arief. Dalam percakapan tersebut, Fayakhun meminta USD300 ribu untuk petinggi Golkar.

Jaksa juga menunjukkan bukti percakapan antara Fayakhun dan Erwin. Dalam percakapan itu, Fayakhun menginformasikan Erwin jika ia sedang mengupayakan anggaran pengadaan satelit monitoring dan drone di Bakamla.

Dalam percakapan itu, Fayakhun mengatakan, "Bro, tadi saya sdh ketemu Onta, SN dan Kahar. Semula dari Kaba yg sdh oke drone, satmon belum. Tapi saya sudah "paksa" bahwa harus drone + satmon, total 850".

Jaksa kemudian mengonfirmasi percakapan itu ke Erwin. Menurut Erwin, Kaba yang dimaksud adalah Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya Arie Soedewo. Sementara itu, Onta yang dimaksud yakni Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi, staf khusus kepala Bakamla.

"Kalau SN, dugaan saya itu Setya Novanto, karena menyangkut Golkar," kata Erwin kemarin. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya