"Our Eyes", Inisiatif Indonesia untuk Berantas Terorisme di Kawasan

Golda Eksa
25/1/2018 11:59
(MI/Adam Dwi)

INDONESIA dan 5 Negara Asean Bertukar Informasi Strategis GUNA menghadapi ancaman bersama di kawasan, seperti terorisme dan radikalisme, Indonesia dan 5 negara Asean sepakat menjalin kerja sama konkret di bidang pertukaran informasi strategis bersandi 'Our Eyes'. Kerja sama regional tersebut melibatkan Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat membuka acara soft launching Our Eyes, di The Mulia Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis (25/1). Dengan sinergitas itu diharapkan negara-negara di Asean akan lebih cepat, tepat, akurat, dan kekinian dalam menanggulangi ancaman radikalisme, ektremisme, dan terorisme, khususnya untuk menghindari jatuhnya korban.

Turut hadir Wakil Menteri Pertahanan Brunei Darussalam Dato Seri Pahlawan Haji Abdul Aziz bin Haji Mohd Tamit, Wamenhan Malaysia YB Dato Sri Mohd Johari bin Baharum, Wakil Menteri Pertahanan Operasi DOD Filipina Cesar B Yano, Menteri Senior Negara Bidang Pertahanan dan Luar Negeri Singapura Mohammad Maliki bin Osman, dan Wamenhan Thailand Jenderal Chaichan Changmonkol.

Konsep Our Eyes merupakan platform kerja sama yang digagas oleh Menhan Ryamizard Ryacudu dan telah didukung secara aklamasi oleh para menhan se-Asean. "Konsep ini seperti konsep Five Eyes Amerika dan sekutunya yang melibatkan unsur kerja sama pertahanan/militer dan jaringan intelijen secara terintegrasi," ujar Ryamizard.

Menurut dia, latarbelakang inisiatif kerja sama Our Eyes dipengaruhi oleh adanya ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara. Apalagi masing-masing negara punya cara berbeda untuk menanggulangi ancaman itu, sehingga sangat dibutuhkan sinergitas dan koordinasi dalam rangka mendapatkan informasi strategis.

Dalam mekanisme konsep Our Eyes, imbuh dia, negara-negara peserta dapat saling bertukar informasi yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan operasi melawan terorisme. Pun pembaruan informasi strategis terkini yang menyangkut terorisme dan radikalisme nantinya sangat membantu dalam mempertajam asumsi atau prediksi situasi, serta mendukung dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk menanggulangi persoalan tersebut. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya