Pensiun setelah Tiga Dekade Bertugas

MI/ Ardi Teristi Hardi/X
15/3/2015 00:00
Pensiun setelah Tiga Dekade Bertugas
(ANTARA FOTO/Siswowidodo)
MUSEUM Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala yang berada di Kompleks Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta, mendapat tambahan koleksi berupa pesawat tempur Hawk MK-53. Pesawat buatan Inggris yang telah beroperasi sejak 1980 tersebut dipensiunkan dan telah diserahterimakan ke museum. Sebelum mengakhiri masa tugasnya, Hawk MK-53 masuk jajaran Skuadron 15 Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Sebagai gantinya, Lanud Iswahjudi telah menggunakan pesawat tempur T-50 Golden Eagle buatan Korean Aerospace Industries (KAI). Ciuman perpisahan pun dilayangkan Letnan Kolonel (Letkol) Pnb Marda Sujono ke tunggangannya Hawk MK- 53, Kamis (12/3), begitu mendarat di landasan Lanud Adisutjipto. "Saya lahir sebagai penerbang pesawat tempur, besar, dan saat ini menerbangkan MK-53," kata Marda yang sudah menerbangkan Hawk MK- 53 selama 1.500 jam dari total 2.800 jam terbangnya.

Bertindak sebagai kopilot  dalam penerangan terakhir pesawat tersebut Lettu Pnb Kurniadi Sukmo Djatmiko alumnus AAU tahun 2007. Marda mengaku sudah hampir 6 bulan dirinya tidak mengendalikan pesawat tersebut. Ketika bertugas menerbangkan pesawat tersebut dari Lanud Iswahjudi menuju Lanud Adisutjipto untuk dimuseumkan, itu merupakan kebanggaan. Letkol Marda bercerita, banyak operasi militer dengan menggunakan Hawk MK-53 selama 35 tahun pengabdiannya. "Pesawat ini sangat reliable (dapat diandalkan)," terang Marda, alumnus AAU tahun 1997, yang saat ini menjabat sebagai Komandan Skuadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. Dari catatan perannya, Hawk MK-53 pernah digunakan sebagai pesawat tempur taktis untuk berbagai operasi perbatasan. Selain itu, pesawat tersebut juga digunakan untuk latih lanjut bagi para penerbang pesawat tempur.

Banyak pengalamannya bersama Hawk MK-53, mulai dari operasi perbatasan di Kupang, operasi Oscar di Manado, Jayapura, dan Biak, operasi perbatasan di NTT, hingga operasi pengamanan alur kepulauan di Indonesia bagian timur.
"Pesawat ini termasuk generasi ketiga dan sangat manual," kata Marda. Persenjataan pesawat Hawk MK-53 dilengkapi dengan senjata udara ke udara, gunnery caliber 30, dan udara ke darat dengan roket, bom, dan peluru. Lanud Iswahjudi memiliki 7 pesawat Hawk MK-53. Dari jumlah tersebut, enam pesawat masih di Lanud Iswahjudi, tetapi juga sudah tidak digunakan lagi. KSAU Marsekal Agus Supriatna mengatakan pemensiunan Hawk MK-53 menjadi bagian dari program
peremajaan pesawat-pesawat militer yang sudah berusia lebih dari 20 tahun.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Adisutjipto Mayor Sus Hamdi Londong Allo mengatakan pesawat MK- 53 tersebut tidak langsung dirumahkan di museum. "Masih menunggu kesiapan dari pihak museum menyiapkan tempatnya," ujarnya, kemarin. Pesawat Hawk MK-53 itu hingga kini masih berada di hanggar woong bee. Menurut Sus, sebelum diistirahatkan di museum, mesin pesawat akan dilepas dan kemudian disimpan. "Paling cepat pesawat tersebut baru masuk museum tiga bulan lagi," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya