Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN dan perubahan yang dilakukan pemerintah Jokowi-JK selama tiga tahun ini sudah dirasakan hasilnya. Mereka yang tidak mengakuinya kerap membuat berita hoaks, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan di masyarakat.
Demikian benang merah Seminar Nasional Ikatan Pemuda Alumni Lemhanas, di Ruang Teater Graha Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (23/1). Hadir sebagai pembicara Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, Wali Kota Solok Zul Elfian dan Bupati Way Kanan periode 2010-2015 Bustami Zainudin.
Dikatakan Diaz, pihak luar mengakui perubahan dan pembangunan yang dilakukan pemerintah selama tiga tahun terakhir. Termasuk pemberian nilai layak investasi dari tiga badan rating Moody’s, Fitch, dan S&P, peningkatan indeks daya saing global dari 41 menjadi 36, dan peningkatan indeks kemudahan berusaha dari 106 menjadi 72.
"Di dalam negeri, justru ada yang tidak mengakuinya dan membuat berita hoaks. Hati-hati dengan hoaks, karena pada saat tertentu bisa menjadi sangat bahaya, seperti pada masa kampanye," ujar Diaz.
Hoaks pernah menyebabkan seseorang di Amerika Serikat melepaskan tembakan di sebuah restoran pizza. Itu karena ia termakan kabar palsu bahwa ada praktik perbudakan anak yang dilakukan di lokasi yang terkait dengan calon Presiden Hillary Clinton saat itu.
“Seperti halnya dengan kebijakan BBM satu harga. Presiden menegaskan bahwa kebijakan BBM satu harga merupakan upaya perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan masalah komersil semata. Jadi ada saja yang membuat berita hoaks soal tersebut,” tandasnya.
Sedangkan Wali Kota Solok Zul Elfian mengakui bahwa Presiden benar-benar mengawal komitmennya. Sehingga aparat penegak hukum bersinergi dengan kepala daerah. Daerah akan maju jika kepala daerah mampu melakukan inovasi. “Kami bisa inovasi karena ada komitmen dari Presiden,” ujarnya.
Sementara disampaikan Bustami Zainudin bahwa Presiden Joko Widodo menjadi simbol harapan bahwa siapapun dapat menjadi apapun. Pendidikan menjadi modal penting agar masyarakat setempat dapat menikmati manfaat dari investasi di daerahnya. Tanpa menjadi tenaga kerja yang terdidik, masyarakat akan kesulitan memanfaatkan investasi dan pembukaan lapangan kerja baru.
“Presiden Joko Widodo top karena berasal dari kalangan masyarakat biasa dan merakyat. Lawan kita bersama adalah hoaks, sehingga kita harus menelusuri informasi langsung ke sumber yang dapat dipercaya,” imbuhnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved