NasDem : Zulkifli Sama Saja Menembakkan Senapan Mesin ke Partai Lain

Micom
23/1/2018 10:20
NasDem : Zulkifli Sama Saja Menembakkan Senapan Mesin ke Partai Lain
(MI/LILIEK DHARMAWAN)

KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan telah melanggar prinsip-prinsip berpolitik yang beretika dengan menuduh ada lima partai yang telah setuju dengan tindakan LGBT. Hal ini seperti menembakkan senapan mesin ke partai-partai tersebut.

"Kita sayangkan, pernyataan itu dibuat dalam kedudukan beliau sebagai Ketua MPR, sebuah posisi yang dianggap dekat dengan posisi kenegawanan," ujar Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem Taufiqulhadi di Jakarta, hari ini.

Ia menegaskan, bahwa pernyataan itu dibuat secara mendadak dan tanpa melakukan konfimasi sama sekali ke Panja RUU KUHP. Dirinya sebagai anggota panja, lanjut Taufiq, sangat terhenyak karena sepengetahuannya tidak ada satu partai pun di dalam rapat Panja yang menyatakan setuju melegaliasi LGBT.

"Dengan demikian, saya tahu benar sikap fraksi yang ikut dalam pembahsan, mereka tidak ada setuju kepada LGBT. Justru yang benar-benar tidak jelas adalah fraksi partainya sendiri karena tdak hadir," ujarnya.

Ia menegaskan, Zulkifli telah membuat pernyataan yang menyakitkan partai lain, walaupun tidak menyebutkan nama-nama partai yang ia tuduh. "Itulah yang menjadi dasar kritikan saya. Ia memang telah merencanakan untuk menyerang untuk memojokkan partai lain di depan masyarakat yang polos," ujarnya.

Jika ada pihak yang mempersoalkan, lanjutnya, Zulkifli akan menjawab bahwa tidak menyebut nama. Padahal hal yang paling seksi dari pernyataannya itu adalah karena tidak menyebut nama tersebut.

"Dengan tidak me yebut nama, maka arah pernyataannya ibarat senapan mesin yang dilepaskan dari dalam gelap kearah kerumunan banyak orang. Berdiri dari gelap dan memberondong sesuka hati tersebut inilah yang tidak patut dilakukan oleh seorang pemjmpin partai, ketua MPR dan politisi kawakan. Cara itu sama saja politisi baru belajar politik, tdak paham etika politik," tuturnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya