OSO Akan Dipolisikan Atas Dugaan Penggelapan Dana Partai Rp200 Miliar

Rudy Polycarpus
21/1/2018 20:52
OSO Akan Dipolisikan Atas Dugaan Penggelapan Dana Partai Rp200 Miliar
(MI/M. Irfan)

KEPENGURUSAN Partai Hanura yang diketuai Daryatmo memecat Oesman Sapta Odang sebagai anggota partai. Bahkan pemecatan terhadap OSO dengan status tidak hormat.

Wakil Ketua DPP Partai Hanura Sudewo mengatakan, Ketua DPD itu akan diberhentikan dengan tidak hormat diduga melakukan penggelapan dana partai. Keputusan tersebut diambil berdasarkan suara mayoritas DPD dan DPC partai.

"Karena fakta telah mengatakan, terindikasi kuat, Pak Oesman Sapta melakukan pelanggaran keuangan partai, menggunakan kekuasaannya sebagai ketua umum untuk menarik uang dari berbagai pihak, bahkan kader Hanura untuk dimasukkan ke rekening pribadinya," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sadewo mengklaim pihaknya mengantongi bukti Oesman menyelewengkan dana partai sekitar Rp200 miliar ke rekening OSO Sekuritas. Bukti yang dikantongi antara lain tanda transfer yang dilakukan Wakil Bendahara Umum Partai Hanura Beni Prananto. Bukti-bukti tersebut akan dibawa ke Mabes Polri dan Otoritas Jasa Keuangan.

"Transfer ke OSO Sekuritas itu semua sudah kami pegang. Kami sedang menyusun bahan pelaporan sebelum dibawa ke Mabes Polri dan OJK," tandasnya.

Meski sudah memecat, pintu rekonsiliasi masih terbuka bagi kubu Oesman. Syaratnya, beritikad untuk menyelamatkan partai, bukan menguasai Hanura. Rencana tersebut sudah disampaikam kepada Ketua Dewam Pembina Hanura Wiranto.

Pangkal dari kisruh kepengurusan di Hanura ialah persoalan kepemimpinan Oesman. Wiranto, yang juga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, menyebutkan konflik Hanura tak terelakan lantaran jumlah kadernya di daerah banyak yang mengajukan mosi tidak percaya pada Oesman. Ia mencatat sebanyak 27 dari 34 DPD, serta 407 dari 512 DPC Hanura mengajukan mosi tidak percaya pada Oesman.

Ia mengatakan, penyelesaian kisruh Hanura harus melewati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai. Penyelesaian konflik tersebut, kata dia, bergantung pada anggota pemilik suara di partai. "Itu kehendak politik dari pemilik organisasi dan bagian dari dinamika organisasi. Itu ada wadahnya, penampungan lewat AD/ART monggo silakan. Bukan saya yang dorong tapi hak pemilik partai," tandasnya.

Meski demikian, ia optimis dualime kepengurusan di Hanura bisa diselesaikan lewat rekonsiliasi.

"Diselesaikan secara internal. Mekanismenya seperti apa, cara saya bagaimana, nanti dikomunikasikan dengan Pak Oesman Sapta dan dari teman-teman Pak Daryatmo," pungkasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya