TB Hasanuddin Sempat Tolak Maju di Pilgub Jabar

Bayu Anggoro
21/1/2018 19:58
TB Hasanuddin Sempat Tolak Maju di Pilgub Jabar
(MI/Rommy Pujianto)

Calon gubernur, Tubagus Hasanuddin mengaku dirinya pernah menolak tawaran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri untuk diusung dalam Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Dia merasa tidak memiliki ambisi untuk menjadi orang nomor satu di provinsi tersebut.

Mantan Sekretaris Militer ini mengatakan, saat dipanggil Megawati untuk membahas kontestasi tersebut, dirinya sempat melemparkan tawaran itu ke kader yang lain.

"Jangan (mencalonkan) saya, yang lain saja. Saya tidak ada niat berkuasa," kata Hasanuddin saat bersosialisasi di kawasan Kiaracondong, Bandung, hari ini.

Menurut Hasanuddin, dirinya telah merasa cukup dengan pencapaiannya saat ini. Sebagai purnawirawan TNI berpangkat Mayjen, dia sudah kenyang akan jabatan dan berbagai posisi yang pernah diembannya.

"Sekali lagi saya katakan, saya ambisi. Karena saya tidak tahu kapan akan dipanggil Allah. Karena hidup dan mati saya milik Allah," katanya.

Meski begitu, dia tidak akan menolak jika pengusungan itu merupakan tugas dari partainya. Sebagai kader partai, dirinya mengakui harus siap untuk ditugaskan terutama untuk kepentingan masyarakat. "Kalau karena amanah, maka saya akan lakukan. Akhirnya Ketua Umum perintahkan saya menjadi calon gubernur," katanya.

Dia menuturkan, kesiapannya menjadi calon gubernur inipun bukan semata-mata mengikuti perintah partai. Menurutnya, dia mau maju dengan alasan mencari ladang ibadah sesuai keyakinannya.

"Saya mau maju, karena inilah ladang ibadah saya, untuk berbakti ke rakyat Jawa Barat," katanya. Lebih lanjut, saat menerima perintah untuk menjadi calon gubernur, dia mengaku belum mengetahui sosok yang akan berpasangan dengannya.

Hasanuddin baru mengetahui Anton Charliyan sebagai calon wakilnya selang sehari kemudian. "Setelah tahu, Kang Anton juga mengatakan siap maju karena Lillahitaala," katanya.

Akhirnya dia pun semakin mantap untuk maju karena memiliki alasan yang sama dengan Anton. "Sisa hidup ini kita baktikan untuk tanah kelahiran. Saya dan Kang Anton sudah cukup jadi jenderal," katanya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya