Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu program unggulan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Adreanus Nae Soi ialah membawa daerah itu menjadi penghasil garam industri terbesar di Tanah Air.
Sesuai data Dinas Perindustrian NTT, potensi garam mencapai 60.000 hektare tersebar di 15 dari 23 kabupaten dan kota. Namun, sampai awal 2018, luas tambak garam baru mencapai 343,6 hektare dengan produksi per tahun sebesar 7.883,52 ton.
"Sulit dibayangkan. Negeri dengan bentangan pantai sangat panjang ini, setiap tahun harus mengimpor tiga juta metrik ton garam industri dari Australia," kata Viktor saat pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (20/1).
Viktor yakin potensi besar tersebut dikelola maksimal, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor garam. Musim kemarau yang berlangsung delapan bulan, dan air laut sebagai sumber bahan bakar di wilayah ini juga masih belum tercemar.
Potensi tersebut dikatakannya sangat cocok untuk pengembangan garam industri dalam skala yang lebih besar.
"Sekarang apakah ada kemauan baik dari Pemerintah menjadikan NTT sebagai penghasil garam terbesar?," tanyanya.
Karena itu, jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pada Pemilihan Kepala Daerah tahun ini, potensi garam tersebut harus dikembangkan.
"Kami tidak omong soal mimpi, tetapi ini realitas. Jika sudah ada industri garam, dampak ikutannya adalah tersedianya lapangan kerja. Industri garam mampu menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja," ujarnya.
Selain garam, potensi kelautan lainnya akan digarap secara maksimal menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi, selain pariwisata.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perindustrian NTT, Johnny Pandie, mengatakan, sudah ada dua investor yang mengembangkan potensi garam di daerah itu yakni PT Garam yagn beroperasi di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, dengan nilai investasi awal Rp4,5 miliar dari target Rp10 miliar, dan PT Chetam Garam Flores yang membangun tambak garam seluas 56 hektare di Kabupaten Nagekeo, Flores.
Dinas Pertanian juga mendorong warga untuk mengembangkan garam rakyat menggunakan teknologi geomembran di sembilan kabupaten, antara lain Rote Ndao, Kupang, Alor, dan Sikka.
Dari Fatuleu, pasangan Viktor-Josef melanjutkan perjalanan ke Amfoang, wilayah Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved