Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Bawaslu Fritz Edward Siregar menegaskan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait dugaan mahar politik Partai Hanura yang disalurkan ke OSO Securities. Menurut Fritz, Bawaslu tidak akan bergerak unruk menelusuri dugaan tersebut sebelum ada laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan.
"Bahannnya apa? Pada intinya Bawaslu siap menindaklanjuti kalau ada laporan dari masyarakat. Sampai sekarang belum," ujar Fritz saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana mengungkapkan, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengalirkan duit kas parpol ke OSO Securities. Sebanyak Rp200 miliar yang dialirkan disebut berasal dari dana mahar politik yang terkumpul jelang Pilkada 2018.
Namun demikian, hingga kini kubu Hanura 'Ambhara' belum melaporkan hal tersebut ke Bawaslu. "Susah kita bergerak kalau informasinya masih simpang siur. Makanya lapor, jadi jelas siapa, di mana, kapan," cetus Fritz.
Seperti diberitakan, partai Hanura terpecah setelah Sekretaris Jenderal Hanura Sarifuddin Sudding memotori musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk mencopot OSO dari kursi ketua, Kamis (18/1) lalu. Dalam Munaslub tersebut, Daryatmo dipilih menjadi pelaksana tugas ketua umum Hanura menggantikan OSO.
Munaslub digelar karena OSO dianggap kerap melanggar AD/ART partai, termasuk melarikan duit kas partai ke perusahaan pribadinya. Namun demikian, hasil Munaslub tersebut tidak diakui oleh kubu OSO. Alhasil, kini Hanura memiliki kepengurusan ganda.
Terkait kepengurusan ganda ini, Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan, saat ini kepengurusan Hanura di bawah OSO yang diakui oleh KPU. "Kita mengacu kepada SK Kemenhumkam. Selama belum ada putusan pengadilan yang membatalkannya, tetap sah," ujar Ilham. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved