Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawab Barat Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum yang menyebut diri sebagai Rindu, akan membangun kawasan perdesaan Jawa Barat dengan cara kekinian.
Salah satu yang hendak dibangun adalah melakukan digitalisasi kawasan yang memiliki ciri khas khusus.
“Jadi nanti ada desa khusus penghasil padi, desa khusus penghasil peci, dan lain sebagainya,” ucap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sebuah program bertajuk Kandidat Bicara di Metro TV, Kamis (18/1).
Tidak berhenti pada menumbuhkan ciri khas, nantinya setiap daerah yang akan dicarikan pasar melalui aplikasi yang akan dikembangkan. Ibaratnya, lanjut pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut, adalah gojek untuk masyarakat desa.
Menurutnya, ekosistem yang akan dibangun ialah barang tetap ada di desa, sementara masayarakat melakukan order melalui aplikasi tersebut. “Aplikasi ini sedang dikembangkan, jadi kita coba di kawasan Indramayu, sebagai penghasil beras. Saya ingin membuat petani di Indramayu untuk melek teknologi. Isu pertanian bukan irigasi saja tapi instrumen daya belinya,” terang Emil.
Membuat masyarakat melek teknologi juga akan dicoba di kawasan pesisir selatan Jawa Barat. Di kawasan tersebut, kemajuan yang paling mungkin dilakukan adalah pariwisata dan perikanan.
Hal itu dikarenakan geografis pesisir selatan Jawa Barat tidak sedatar dan sesubur kawasan tengah hingga utara Jawa Barat.
“Jadi mau tidak mau investasi yang bisa dilakukan di kawasan itu adalah pariwisata dan perikanan. Perikanan juga harus dengan teknologi yang baik, karena kita tahu di sana ombaknya besar, itu bisa diakali dengan teknologi,” imbuh Kang Emil.
Meskipun demikian, Emil menyatakan turut akan menggenjot investasi untuk kawasan tengah hingga pesisir utara Jawa Barat. Di kawasan yang cocok untuk industri dan pertanian tersebut, investasi akan dipermudah seperti yang pernah dipraktikan olehnya di Kota Bandung.
Dirinya akan mempermudah investasi untuk industri besar sementara perizinan untuk usaha mikro rakyat akan ditiadakan.
“Hasilnya sekitar 30 ribu lebih jenis usaha tumbuh di Bandung untuk skala mikro,” terang dia.
Sementara itu, UU Ruzhanul Ulum dalam kesempatan tersebut juga menyatakan akan mengadopsi sistem yang telah berhasil dikembangkannya di Tasikmalaya. Salah satunya adalah program semacam dana desa yang sudah dimulainya dari 2011.
Dikatakan dia, setiap desa di Tasikmalaya diberikan dana tunai sebesar Rp500 juta. “Sebelum pemerintah pusat punya dana desa, program ini sudah ada duluan di Tasikmalaya,” terang UU.
Menurutnya, setiap pembangunan yang dilakukan di desa harus dilakukan oleh masyarakat. Dengan demikian, setiap dana yang diturunkan harus dikelola juga oleh masyarakat pedesaan.
Dirinya menyatakan unsur penting yang harus dipenuhi dalam pembangunan desa ialah pembangunan jalan, listrik, irigasi dan sarana komunikasi. "Serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dan aparatur desa kalau semua sudah ada dan kami alami, maka IPM akan meningkat," terang dia.
Nantinya lanjut dia, satu desa harus bisa menghasilkan satu perusahaan. Hal itu sudah pernah diterapkannya dengan membangun Badan Usaha Milik Desa.
“Jika itu bisa dilakukan di Tasik, bukan tidak mungkin bisa juga kita buat di Jawa Barat ini,” ucap UU.
Lebih jauh, baik Kang Emil maupun UU menyadari jika Jawa Barat memiliki subkultur beragam. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang berbeda pula untuk menjangkau masyarakat Jawa Barat.
Menurut UU, sudah ada 4 orang yang akan bertugas melakukan komunikasi di masyarakat. Yaitu Kang Emil dan dirinya, serta kedua istri masing-masing. Keempat individu tersebut dalam menjalin komunikasi dikatakan UU tidak boleh berbarengan.
“Jadi kalau Kang Emil ke Utara, istrinya ke Selatan. Kalau saya ke Barat, maka istri saya ke Timur,” paparnya singkat.
Dalam komunikasi yang dilakukan, dirinya mengaku dapat menjangkau semua kalangan. “Ada yang anggap saya birokrat, maka saya akan menjangkau para birokrat, ada yang anggap saya santri maka saya akan jangkau para santri, ada yang anggap saya dekat dengan orang kecil, maka saya juga akan jangkau para orang kecil,” tukas dia. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved