Para Santri Jangan Apatis terhadap Politik

EP/Ant/P-5
18/1/2018 09:11
Para Santri Jangan Apatis terhadap Politik
(MI/Eva Pardiana)

PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung NasDem, Hanura, dan PKS, Mustafa-Ahmad Jajuli (Aja), menggelar doa dan salawat bersama dengan para santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di Lampung. Salawat dan doa dipimpin oleh tokoh ulama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf.

Dalam kegiatan itu, Mustafa-Aja mengajak ribuan santri yang berkumpul di Lapangan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (16/1) malam untuk bersama-sama memberikan kontribusi membangun Bumi Ruwai Jurai. Salah satunya dengan peduli terhadap nasib kepemimpinan di Lampung ke depan.

Menurutnya, dalam sejarah santri dan ulama memiliki peran besar dalam perjuangan memperoleh kemerdekaan. Kini sudah seharusnya perjuangan mengisi kemerdekaan dilanjutkan oleh para santri.

"Sejarah mengajarkan seorang santri tidak boleh apatis, tidak boleh tidak peduli dengan nasib bangsanya. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa santri ikut berjuang, ikut berperang, siap mati mempertahankan kebebasan bangsanya," ujar Mustafa.

Terlebih, lanjut Mustafa, para santri yang dikenal memiliki intelektualitas dan religiusitas harus peduli siapa calon pemimpinnya. Caranya ialah dengan melihat rekam jejak setiap calon dan memilih sesuai hati nurani dan nilai-nilai yang baik.

"Jika santri tidak peduli, dan orang-orang berilmu apatis, akan ada orang di luar sana yang tidak berilmu yang akan mengambil alihnya," ujar Bupati Lampung Tengah itu.

Mustafa merupakan salah satu kepala daerah yang memiliki komitmen membumikan salawat di Lampung. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Selatan, Metro, dan Tulangbawang Barat.

"Kegiatan ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan. Lewat salawat mudah-mudahan kita senantiasa diberi keberkahan," ujar dia.

Mustafa-Aja merupakan salah satu dari empat paslon yang akan berkompetisi di Pilkada Lampung 2018. Kemarin, KPU Provinsi Lampung menyatakan keempat paslon tersebut lolos dalam tes kesehatan sebagai bagian dari rangkaian pilkada.

"Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung telah memenuhi syarat dalam tes kesehatan jasmani serta rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika psikotropika," kata Komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih, di Bandar Lampung, Rabu (17/1).

Selain Mustafa-Aja, tiga paslon lain ialah Herman HN-Sutono, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, dan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri. Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menambahkan, setelah tes kesehatan ini, KPU memberi waktu tiga hari bagi para paslon untuk melengkapi administrasi bagi yang masih mendapat catatan dari KPU.

"Jika aparatur sipil negara, ia harus menyertakan juga surat pernyataan pengunduran diri," tandasnya.(AU/RK/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya