Panglima TNI Minta Jajarannya Waspada

AU/RK/P-5
18/1/2018 09:02
Panglima TNI Minta Jajarannya Waspada
(Panglima TNI Hadi Tjahjanto -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan jajarannya hingga tingkat daerah untuk waspada di tahun politik 2018 dan 2019. Terlebih, saat ini proses penyelenggaraan Pilkada 2018 sudah mulai berputar di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

"Pilkada serentak di 171 daerah yang meliputi 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten, berpotensi menimbulkan konflik dan kerawanan yang berupa pertikaian horizontal dan vertikal," ungkap Panglima TNI di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, kemarin.

Dalam menghadapi hal itu, Panglima memerintahkan seluruh prajurit TNI yang bertugas di berbagai wilayah itu untuk tetap memegang teguh komitmen netralitas TNI serta menghindari perilaku yang menjurus pada politik praktis. "TNI bersikap netral dan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku," pesannya.

Seperti merespons seruan Panglima TNI, Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Marsekal Pertama (Marsma) Age Wiraksono menjamin pihaknya bakal tetap netral dalam pemilihan Gubernur Riau 2018.

Hal itu mengingat ikut majunya Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima Brigadir Jenderal (Brigjen) Edy Natar Nasution yang berpasangan dengan Bupati Siak Syamsuar dalam kontestasi pertarungan Pilgub 2018.

"Ini sudah perintah dari atas. Kami berkomitmen untuk netral karena taruhannya ialah kepercayaan rakyat," tegas Age di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, kemarin.

Salah satu bentuk netralitas TNI untuk menjauhi politik praktis diwujudkan dalam aturan yang tegas. Semua aset TNI dilarang untuk digunakan dalam kampanye. "Tidak boleh menggunakan aset Lanud untuk kampanye. Apalagi, hal yang nyata seperti pilkada ini. Saya minta, kalau ada temuan, tolong laporkan kepada kami," ungkap Danlanud.

Pilkada Riau 2018 diikuti oleh empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Riau. Keempatnya ialah petahana Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno yang diusung koalisi Partai Golkar, PDIP, dan Hanura, sedangkan Syamsuar-Edy Natar Nasution diusung koalisi PAN, PKS, NasDem.

Firdaus-Rusli Effendi yang diusung koalisi Partai Demokrat dan PPP, sedangkan pasangan terakhir ialah paslon Lukman Edy-Hardianto yang diusung koalisi Gerindra dan PKB.

"Saya ingin bersikap adil. Jadi, meskipun ada calon dari militer, TNI tetap netral," tandasnya.(AU/RK/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya