Oesman Sapta Sindir Wiranto

Astri Novaria
17/1/2018 11:58
Oesman Sapta Sindir Wiranto
(MI/M IRFAN)

KETUA Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) telah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto. OSO membenarkan Wiranto berandil dalam konfliknya dengan Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding.

Oesman mengaku akan menerima bila jabatan ketua umum dibahas melalui dewan kehormatan atau mahkamah partai. Bahkan, ia juga bersikap tegas bila Wiranto sebagai pendiri Hanura menginginkan kembali menjabat sebagai ketua umum partai.

"Ya boleh saja, enggak usah ribut-ribut kalau Wiranto mau jadi ketum lagi, saya kasih," kata OSO di kompleks parlemen, kemarin. Oesman tak mau berpolemik panjang bila Wiranto turun tangan. Pasalnya, ia diberi amanah menduduki posisi ketua umum berkat rekomendasi dari Wiranto yang kini menjabat menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam).

"Orang dulu dia (mantan Ketum Hanura Wiranto) kasihin saya kok, minta tolong buat saya untuk jadi ketua. Sekarang mau minta lagi, saya kasih.''

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu tak gamblang menjabarkan sikap politik Wiranto yang terkesan tak berpihak. Dia menilai banyak kemungkinan yang terjadi memasuki tahun politik ini termasuk bursa pencalonan presiden 2019.

"Mudah-mudahan kalau diambil lagi nanti dia (Wiranto) bisa jadi presiden, jadi wapres (wakil presiden)," ucap OSO. Wiranto menyesalkan kisruh yang terjadi di internal partainya. Meski begitu, Wiranto meyakini Hanura bisa segera menyelesaikan persoalan ini.

"Ini sesuatu yang sangat disesalkan, tapi bisa diselesaikan," kata Wiranto di Bandung, kemarin.

Dia menjelaskan partainya memiliki aturan dan mekanisme agar persoalan yang terjadi tidak berlarut-larut. "Partai Hanura punya AD/ART, sistem untuk menyelesaikan masalah,'' imbuhnya. Saat disinggung akan digelarnya munas luar biasa, Wiranto enggan memerinci-nya. "Kita lihat nanti."

Desak mundur

Saat ini sedikitnya 27 DPD Partai Hanura merestui OSO diberhentikan dari pucuk pimpinan. Mereka juga mendesak untuk dilakukan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk mengganti OSO.

"Sebanyak 27 DPD Hanura itu telah melebihi syarat minimal untuk pelaksanaan munaslub. Jumlah itu juga diikuti hampir 418 DPC seluruh Indonesia. Dengan kondisi seperti itu, sesuai AD/ART, maka kami meminta DPP untuk segera mengambil langkah-langkah penyelamatan partai," ujar Ketua DPD Hanura Sumatra Barat Marlis dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Hanura, Cipayung, Jakarta, kemarin.

Sekjen Partai Hanura Sarifuddin Sudding menuding kepemimpinan OSO membuat keresahan di tingkat daerah. Sudding menyebut dalam kurun setahun ini, ada enam DPD yang telah dipecat OSO dan diganti tanpa ada alasan yang jelas.

Oleh sebab itu, ia berharap dapat segera digelar munaslub dalam minggu ini yang diyakininya sebagai solusi atas konflik di internal partainya.

"Minggu ini akan diadakan munaslub, sesuai dengan AD/ART partai. Pasal 16 dan sudah dikonsultasikan dengan ketua dewan pembina. Arahanya jelas, selesaikan dengan AD/ART." (BY/Mtvn/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya