Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KADER Partai Gerindra La Nyalla Mattalitti tetap tidak memenuhi panggilan Bawaslu Jatim hari ini terkait dengan tudingan mahar politik yang dilontarkannya terhadap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Hal itu dikemukakan kuasa hukum La Nyalla, Faisal Assegaf, kepada Media Indonesia, tadi malam. "Belum. Soalnya kami masih perlu mengadakan rapat soal itu," kata Faisal tanpa memerinci apa yang akan dibahas dalam rapat tersebut.
Padahal Bawaslu Jatim memerlukan kehadiran La Nyalla hari ini untuk mengklarifikasi tudingannya terhadap Prabowo tersebut. Sebelumnya, La Nyalla juga tidak memenuhi panggilan Bawaslu Jatim pada Senin (15/1).
Ketua Bawaslu RI Abhan sebelumnya meminta Ketua Kadin Jawa Timur itu memenuhi panggilan agar persoalan yang bersangkutan tidak merebak menjadi isu lain.
"Harapan kami, kalau La Nyalla melihat dan mengalami (permintaan mahar), sampaikan kepada Bawaslu. Kami mengundang kembali besok (hari ini)," ujar Abhan di Gedung Bawaslu, Jakarta, kemarin.
Terkait dengan undangan kepada Prabowo, lanjut Abhan, pihaknya menunggu klarifikasi dari orang pertama yang menyampaikan tentang mahar politik tersebut. Siswandi akan memenuhi undangan Panwaslu pada Jumat (19/1).
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/1), La Nyalla mengaku dimintai uang Rp40 miliar oleh Prabowo untuk keper- luan pembayaran saksi pada pilgub Jatim. Meskipun akhirnya Gerindra tidak memberikan rekomendasi, La Nyalla mengaku sudah telanjur menyerahkan uang kepada pengurus Gerindra sebesar Rp5,9 miliar. Akan tetapi, Gerindra membantah adanya permintaan uang mahar politik tersebut.
Di Jawa Barat, kemarin, Panwaslu Kota Cirebon memeriksa Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Karso. Panwaslu segera memproses nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan mahar politik seperti dilaporkan Siswandi, bakal calon wali kota yang gagal mendapat rekomendasi dari PKS. "Kami akan memanggil Siswandi untuk mengklarifikasi ucapannya di media terkait dugaan mahar politik tersebut," ungkap Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo.(Arv/Dro/UL/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved