Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengajak muktamirin berperan aktif menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena Indonesia ialah negara besar yang terdiri dari 714 suku dan 1.100 lebih bahasa daerah serta bermacam agama.
"Ini merupakan takdir Allah maka kewajiban kita untuk menjaga dan merawatnya. Mari kita jaga dan rawat negeri tercinta ini," kata Presiden saat membuka Muktamar Ke-12 Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu'tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) dan Halaqah Ke-2 Ulama Thoriqoh Luar Negeri di Pekalongan, Jawa Tengah, kemarin.
Pada kesempatan itu Presiden juga menyebut bahwa ketika seseorang mendalami, mempelajari, dan mengamalkan agama Islam, yakni apa yang dicontohkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, orang itu akan selalu menjaga betul yang namanya ukhuwah. "Baik ukhuwah islamiyyah, ukhuwah wathaniyyah, dan ukhuwah basyariyyah," ujarnya.
"Saya percaya, ketika seseorang mendalami ajaran Islam, mempelajari dan kemudian amalkannya, orang itu akan memahami betul persaudaraan," lanjut Presiden.
Kepala Negara menitipkan kepada para ulama, para kiai, para habib, dan seluruh anggota Jatman pesan supaya mereka menyampaikan soal keberagaman dan NKRI kepada masyarakat agar persatuan dan kesatuan dapat dijaga dan rawat. "Mari, terus jaga NKRI, jaga Pancasila dan UUD'45, jaga Bhinneka Tunggal Ika sebagai tali pengikat kita."
Presiden juga meminta semua meningkatkan kepedulian terhadap saudara-saudara lain yang kekurangan agar mereka hidup lebih baik, mendapat pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Ketua Umum (Rais Aam Idaroh Aliyah) Jatman, Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya (Habib Lutfi), mengatakan NKRI ialah harga mati. "Jatman tidak berpolitik, tapi Pancasilais," tukasnya.
Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Seusai membuka muktamar, Presiden menuju Gedung SMA Negeri 1 Pekalongan. Di sana Presiden membagikan kartu Indonesia pintar dan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Jumlah penerima mencapai lebih dari 1.000 orang.(AS/Nur/X-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved