Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2019 hanya akan diikuti dua calon saja, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Adalah Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy yang memprediksi hal tersebut pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan terkait ambang batas partai atau gabungan partai mengajukan calon presiden.
"Saya prediksikan dengan peta survei ektabilitas yang sekarang ini, hanya akan ada dua calon yaitu yang telah diusung oleh PPP, Pak Jokowi. Kemudian satu lagi Pak Prabowo yang kemungkinan akan maju lagi, dan itu hanya akan mengulang kembali peta pertarungan di 2014," kata Romahurmuzy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/1).
Dia mengatakan, Putusan MK itu menegaskan tidak ada satupun partai politik di Indonesia yang bisa mengajukan calon presiden sendiri, sehingga harus berkoalisi dengan yang lain.
Menurut dia, melalui Putusan MK itu parpol atau gabungan parpol harus memiliki 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional pada Pemilu 2014. Itu menjadi syarat untuk bisa mengusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
"Keputusan itu bukan hal yang baru yang sebelumnya pernah dilakukan gugatan presidential treshold, dan hasilnya juga tidak berbeda," ujarnya seperti dilansir Antara.
Romy, sapaan Romohurmuzy, menilai presidential treshold adalah cara melakukan seleksi terhadap keinginan seluruh warga yang ingin maju dalam kontestasi pilpres.
Ia mengapresiasi langkah MK yang menolak uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden, dan MK telah kukuh dengan argumentasinya.
"Jadi kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MK yang kukuh dengan argumentasinya untuk menetapkan PT yang sudah ditetapkan oleh DPR berdasarkan UUD," tuturnya.
Sebelumnya, MK menolak uji materi pasal 222 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan Partai Idaman yang teregistrasi dengan Nomor 53/PUU-XV/2017. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved