Pengacara Novanto Sebut Status JC tak Mudah

Damar Iradat
11/1/2018 10:37
Pengacara Novanto Sebut Status JC tak Mudah
()

KUASA hukum Setya Novanto, Firman Wijaya mengaku pihaknya telah mengajukan status justice collaborator kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Firman mengakui, pilihan menjadi justice collaborator bukan perkara mudah.

Firman menjelaskan, menjadi justice collaborator, bisa saja menjadi sasaran tembak dan bulan-bulanan. Oleh karena itu, pihaknya meminta protection cooperating person penting dirumuskan secara jelas, seperti model perlindungan seperti apa yang bisa diberikan kepada Novanto jika menjadi justice collaborator.

"Kami juga tentu menyampaikan pada pak Novanto, bahwa pilihan menjadi JC bukan pilihan mudah," ungkap Firman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini.

Sementara itu, terkait proses persidangan, Firman mengatakan, fakta-fakta persidangan nantinya akan terlihat di mana posisi Novanto dalam perkara KTP elektronik. Menurutunya, inisiator dalam penganggaran menjadi hal penting yang perlu dibuktikan dalam persidangan.

Setelah itu nantinya akan mengalir pada soal-soal yang lain, termasuk kebijakan. Menurutnya, dalam perkara ini tentunya ada kebijakan eksekutif, maupun kebijakan legislasi.

"Ini proses yang mesti dipotret secara besar. Kita lihat saja nanti," tuturnya.

Tidak hanya itu, Firman juga mengatakan, dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum sebelumnya terkait jumlah uang yang diterima Novanto harus dibuktikan di persidangan. Selain itu, kubu Novanto juga berharap nama-nama yang sempat hilang dalam dakwaan itu akan menjadi lebih terang dalam persidangan.

"Saya sebenarnya ingin mengatakan lebih jauh kalau Pak Nov kepentingan keadilannya, terkait nama-nama yang hilang itu. Ini yang harus dituntaskan, termasuk dalam sidang hari ini. Kita akan cek lagi," ucapnya.

Ia juga meyakini dalam perkara ini ada peran yang lebih besar dari Novanto. Firman meyakini sosok tersebut akan tersingkap dalam proses persidangan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Proses akan membuktikan. Tapi yang jelas saya melihat peran Pak Novanto tidak dalam posisi yang sangat berpengaruh dalam ini. Karena tadi saya katakan soal penganggaran, perencanaaannya sudah dirancang jauh. Dan itu ada lembaganya, ada instansinya. Kita lihat siapa inisiator proyek KTP-elektronik ini," tandas Firman. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya