Koalisi Cair Redam Gesekan

Dero Iqbal Mahendra
11/1/2018 07:02
Koalisi Cair Redam Gesekan
(Tim Riset MI/ L-1)

SAMA-SAMA didoakan kiai dan diantar ribuan pendukung yang sebagian besar warga nahdiyin, dua pasang bakal calon Gubernur Jawa Timur akhirnya bertarung.

Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur kemarin siang, sedangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno-putri ke KPU tadi malam.

Pasangan Khofifah-Emil diusung koalisi Partai Demokrat (13 kursi), Partai Golkar (11), PPP (5), PAN (7), Partai NasDem (4), dan Partai Hanura (2), juga didukung PKPI (nonparlemen), atau totalnya 42 kursi. Pasangan Gus Iful-Puti Guntur diusung PDIP (19 kursi), Gerindra (13), PKS (6), dan PKB (20), atau totalnya 58 kursi.

Pilkada Jatim adalah salah satu contoh konstestasi pemilihan kepala daerah yang berlangsung cair.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan koalisi cair bisa meredam gesekan.

"Gesekan tidak akan masif. Berbeda dengan pilkada DKI karena dibawa ke nasional," ujarnya tadi malam.

Direktur Eksekutif Indo Baro-meter Mohammad Qodari mengakui pilkada serentak ini tidak memiliki pola yang baku. Hal itu, kata dia, terjadi pertimbangan teknis dan juga pragmatis dari partai.

Misalnya, lanjutnya, untuk soal teknis partai A punya berapa kursi dan partai lain punya berapa kursi sehingga menjalin koalisi. "Untuk yang pragmatisnya karena mencari calon yang populer," jelas Qodari, tadi malam.

Dia menambahkan, sebelumnya PDIP sulit berkoalisi dengan tiga partai, yaitu Gerindra, PKS, dan Demokrat. "Namun, untuk pilkada kali ini terlihat PDIP bisa berkoalisi dengan partai-partai tadi di banyak tempat," imbuh Qodari.

Di sisi lain, pascamundurnya cawagub Azwar Anas, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya memutuskan mengusung Puti Guntur Soekarno-putri, cucu presiden pertama Soe-karno, sebagai bakal cawagub Jatim setelah meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk kiai sepuh.

Calon tunggal meningkat

Hingga tadi malam pukul 22.00 WIB, sudah ada 448 pasangan bakal calon kepala daerah tercatat mendaftarkan diri untuk berkontestasi di 171 daerah, baik di pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan bupati (pilbup), maupun pemilihan wali kota (pilwalkot). Dari data yang diperoleh KPU RI, tercatat 19 daerah diikuti pasangan calon tunggal.

"Ada 19 daerah (kabupaten dan kota) yang calonnya tunggal. Di (Provinsi) Banten ada tiga; Lebak, Kota Tanggerang, dan Kabupaten Tangerang. Di Jawa Tengah ada di Karanganyar. Sulawesi Tengah ada Minahasa Tenggara. Sumsel (Sumatra Selatan) ada Prabumulih," ujar komisioner KPU Ilham Saputra dalam konferensi pers di Media Center KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Ilham, jika melihat data KPU hingga tadi malam, terjadi peningkatan jumlah paslon tunggal di pilkada serentak kali ini. Pada 2017, misalnya, dari 101 pilkada, ada 9 paslon tunggal. "Pengalaman dari 2015 hingga sekarang, calon tunggal tetap ada," tegasnya.

Senada, komisioner KPU Pramono Ubaid Tantowi berharap partai-partai memunculkan pasangan baru untuk berkompetisi di daerah-daerah yang paslonnya tunggal. Menurut dia, keberadaan paslon tunggal menghilangkan esensi dari pemilu elektoral.

"Pilkada yang harus menjadi kontestasi antarkandidat, tapi menjadi arena bagi calon tunggal saja. Esensi dari kompetisi politiknya jadi hilang," ujar dia.(Deo/HT/FL/AS/LN/BY/DW/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya