Semangat Pluralisme Harus Terus Hidup

Putri Rosmalia Octaviyani
10/1/2018 18:51
Semangat Pluralisme Harus Terus Hidup
(FOTO ANTARA/ Dhoni Setiawan)

MESKI telah tiada, cita-cita dan semangat pluralisme mendiang Djohan Effendi dianggap masih terus perlu dilanjutkan oleh semua kalangan di Indonesia.

Pesan dan pemikiran mantan Menteri Sekretariat Negara di Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut, merupakan hal yang wajib untuk terus dihidupkan. Terutama di tengah kondisi Indonesia yang penuh gejolak sosial saat ini.

Tokoh Katolik Romo Johannes Hariyanto SJ dalam acara Djohan Effendi Memorial Lecture mengatakan, Djohan merupakan tokoh yang seakan menjadi jembatan untuk semua orang dari berbagai latar belakang. Hal utama yang dicita-citakan Djohan ialah menciptakan kehidupan yang plural, damai dan saling bertoleransi.

“Cita-cita beliau hanya itu. Dan itu yang memang sangat dibutuhkan Indonesia, toleransi untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/1).

Romo Hariyanto menuturkan, menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dapat terus melanjutkan dan mewujudkan mimpi sabahat dari mendiang Gus Dur tersebut. Agar bagaimana rasa saling menghargai, menghormati, dan kehangatan dalam kehidupan dapat terus hadir dalam setiap elemen bangsa Indonesia.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Nuke Pudjiastuti di kesempatan yang sama mengatakan, penghormatan dan penghidupan pemikiran tokoh seperti Djohan Effendi sangat penting dilakukan. Tidak hanya dalam hal sosial di masyarakat, tetapi juga dalam upaya pengembangan pengetahuan ilmu sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

“Kami meneguhkan bahwa pluralisme itu harus terus dikumandangkan di negeri ini. Tidak boleh kita sangsikan betapa keberagaman sebenarnya ialah kekuatan kita, bukan kelemahan,” tegas Tri.

Tri menambahkan, akan terus memberikan dukungan untuk setiap kegiatan yang dilakukan guna menumbuhkan kesadaran dan semangat kebhinekaan di Indonesia. Hal itu menjadi semakin penting dilakukan karena saat ini Indonesia sudah memasuki tahun politik.

“Apa yang terjadi pada Pilkada DKI kemarin harus menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh berulang atau semakin parah. Semangat multikulturalisme harus terus didengungkan,” papar Tri. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya