Imigrasi Mengunci Peluang Pembuatan Paspor Fiktif

Mtvn/P-3
10/1/2018 10:29
Imigrasi Mengunci Peluang Pembuatan Paspor Fiktif
(ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi tengah menyiapkan sistem antrean pembuatan parpor online yang baru. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya pemohon paspor fiktif. "Saat ini kami sedang mengembangkan aplikasi antrean paspor online yang baru.

Kelebihannya, aplikasi ini mampu mendeteksi apakah suatu akun dikendalikan manusia atau robot," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno di Jakarta, kemarin.

Ia menuturkan, pada pembaruan aplikasi tersebut, antrean mampu mengidentifikasi perilaku transaksi suatu akun. Jika suatu akun melakukan permohonan paspor dalam jumlah yang tidak wajar, sistem otomatis memblokir akun tersebut.

Dia mengatakan pembaruan aplikasi antrean online bakal diluncurkan sekitar Februari tahun ini. Saat ini proses pengembangan pembaruan hampir rampung. "Pengembang-an sudah dalam tahap finishing. Kini tengah didaftarkan di toko aplikasi Google Play. Kira-kira butuh waktu dua minggu," tukas Agung. Aplikasi antrean paspor online, imbuhnya, mengalami gangguan disebabkan oknum masyarakat yang membuat hampir 72 ribu permohonan paspor fiktif. Akibatnya, masyarakat tidak dapat memperoleh nomor antrean secara online lantaran kehabisan kuota.

Sejak pertengahan tahun lalu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan pihaknya lebih mendekatkan pelayanan paspor ke masyarakat melalui Sistem Penerbitan Paspor Terpadu (SPPT) atau One Stop Service (OSS). "Untuk itu, kita sudah menambah unit layanan paspor (ULP) baru. Kalau dulu langsung di kantor imigrasi, sekarang kita membuat ULP di pusat-pusat perkantoran seperti kantor-kantor cabang bank. Jadi, ini untuk mende-katkan pelayanan publik di sektor keimigrasian langsung ke tengah masyarakat," terang Yasonna.

Ia melihat keperluan orang mengurus paspor untuk umrah sangat tinggi. Kuota haji yang sangat terbatas membuat keinginan masyarakat pergi ke Tanah Suci kian mendesak. "Nah, ke depannya kita akan kaji di mana titik-titik masyarakat paling banyak umrah. Juga titik-titik TKI paling banyak, di sana kita bangun ULP-ULP agar orang lebih mudah untuk mengurus paspor," beber Yasonna.(Mtvn/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya