Ganjar-Yasin Ubah Peta Politik Jateng

Akhmad Safuan
08/1/2018 08:47
Ganjar-Yasin Ubah Peta Politik Jateng
(MI/ BARY FATHAHILAH)

DEKLARASI PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo-Taj Yasin (Gus Yasin) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah betul-betul mengubah peta politik jelang Pilkada 2018 di provinsi tersebut. Salah satunya ialah menghilangkan kemungkinan terjadinya poros tengah.

Sebelumnya beredar kabar akan terbentuknya poros tengah dalam bursa Pilkada Jateng 2018 yang digagas Partai Demokrat, PPP, dan Partai Golkar. Ketiganya digadang-gadang bakal melontarkan cagub-cawagub di luar Ganjar Pranowo (PDIP-NasDem) dan Sudirman Said (Partai Gerindra, PKS, dan PAN).

Namun, deklarasi Ganjar-Yasin membuat Demokrat dan PPP memilih bergabung dengan PDIP-NasDem, sedangkan Golkar diprediksi juga akan segera merapat ke kubu itu.

"Dengan kondisi politik yang terjadi saat ini, poros tengah yang sebelumnya digagas tiga partai bubar. Soal sikap kita, masih menunggu keputusan dari DPP," kata Ketua Harian Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono.

Di tempat terpisah, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah menyatakan siap all out memenangkan Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Wakil Ketua DPW PPP Jateng, KH Taj Yasin, yang merupakan putra ulama karismatik KH Maimun Zubair.

"Ini koalisi yang sangat ideal yang siap memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan. Ganjar Pranowo sebagai petahana dari PDIP mewakili unsur nasionalis dan KH Taj Yasin dari PPP mewakili unsur religius," kata Sekretaris DPW PPP Jateng Abdul Syukur di Semarang, kemarin.

Sebelum akhirnya memutuskan mendampingi Ganjar Pranowo, Taj Yasin juga didekati pihak Sudirman Said. "Sebelum PDIP mengumumkan, ada utusan dari Sudirman Said dan Ganjar Pranowo yang datang untuk meminang putra KH Maimun Zubair untuk mendampingi di pilgub Jateng," kata Ketua DPC PPP Rembang, Majid Kamil, yang juga kakak kandung Gus Yasin.

Didukung NU

Dari Jakarta, acara deklarasi Ganjar-Yasin berlangsung tanpa sang cawagub karena berhalangan hadir.

Meski demikian, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meyakinkan pasangan tersebut solid dan siap berkompetisi di Pilkada Jateng 2018 dengan sehat.

"Anaknya Mbah Maimun, Mas Taj Yasin Maimun. Jadi Pak Ganjar sudah pasti ada wakilnya," ujar Megawati di Kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Ganjar yang memang sudah lama dikaitkan dengan pencalonan oleh PDIP di Jateng sudah beberapa kali berkunjung ke rumah Maimun Zubair dan berkomunikasi intensif dengan Yasin.

"Jadi sebenarnya proses dialog cukup lama sehingga kita lihat tadi pasangannya sangat pas," ujar Hasto.

Keputusan untuk memilih Yasin, kata Hasto, juga telah dibicarakan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy. "Tadi malam kami kontak dengan Romi. Tadi malam Romi mengirimkan peci ke saya sebagai tanda adanya kerja sama di antara kita," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ganjar mengatakan pemilihan Gus Yasin didasarkan pada permintaan kiai atau ulama dari NU. Seperti diketahui, Taj Yasin merupakan putra dari pengasuh Pondok Pesantren Sarang, Rembang, KH Maimun Zubair. Gus Yasin juga menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).(Nov/HT/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya