Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih belum memutuskan menerima atau tidak, pengembalian mandat calon wakil gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum memutuskan nasib Abdullah Azwar Anas. Keputusan Anas, sapaan sang bupati, yang mengembalikan mandatnya ke PDIP belum dijawab secara resmi.
"Kami masih melakukan evaluasi, belum mengambil keputusan. Kami ketika mencalonkan paslon melalui proses yang matang dan rekam jejak secara menyeluruh. Kami lihat Anas sangat berprestasi dalam kepemimpinannya dan mampu membawa perubahan yang sangat drastis di Banyuwangi. Tetapi kami juga mencermati situasi dan kondisi dari Anas yang menyerahkan mandat kepada kami," ungkap Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (7/1).
Pihaknya akan melihat secara jernih persoalan Pilkada Jawa Timur yang menerpa calon yang diusungnya tersebut. Hasto mengatakan PDIP akan melihat keinginan dan harapan yang menjadi kehendak rakyat Jawa Timur.
Menurutnya, akar persoalan dari apa yang menimpa kadernya tersebut adalah karena munculnya foto-foto yang ia nilai sebagai bagian dari proses dan upaya pembunuhan karakter Anas. Hal itu menunjukkan sebuah rekayasa demi kepentingan politik tertentu.
"Ibu Megawati menugaskan Pak Djarot untuk memotret suasana kebatinan yang ada di tengah masyarakat. Kami juga menugaskan kader di Banyuwangi untuk melihat apa yang terjadi di lapangan. Kami juga buka ruang bagi Anas untuk tetap dapat dicalonkan, tetapi disaat yang sama partai berdialog dengan Gus Ipul dan juga PKB untuk cari opsi lain, yang tidak kalah menariknya dari Gus Ipul dan Azwar Anas," ungkapnya.
Pihaknya juga menegaskan PDIP tidak mau tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan karena masih ada waktu selama tiga hari hingga Rabu (10/1). Rakyat Banyuwangi, lanjut Hasto, masih terus berbondong-bondong memberikan dukungan kepada bupatinya.
"Dalam politik nasional, kami tahu iramanya karena PDI Perjuangan sudah sering mengikuti pilkada. Kita ikuti saja perkembangannya. Politik itu seni sehingga kami harus pandai memainkannya," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved