Kombinasi Santri-Nasionalis Jadi Pertimbangan NasDem

Windy Dyah Indriantari
07/1/2018 19:57
Kombinasi Santri-Nasionalis Jadi Pertimbangan NasDem
(Ilustrasi)

PARTAI Nasional Demokrat (NasDem) menyerahkan rekomendasi kepada tiga pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk berlaga dalam pilkada 2018.

Ketiga pasangan tersebut adalah Burhan Abdurrahman- Ishak Jamaluddin untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Maluku Utara, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum untuk Pilkada Jawa Barat, dan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimun atau yang akrab disebut Gus Yasin untuk Pilkada Jawa Tengah.

Sekjen Nasdem Johnny G Plate mengatakan, figur-figur tersebut merupakan sosok yang dinilai sejalan dengan langkah restorasi Indonesia, yaitu menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

"Kami ingin adanya komplimentri nasionalis dan santri. Kami tidak ingin terjadi politik identitas, tapi kombinasi menghasilkan harmoni," ujar Johnny di Jakarta, Minggu (7/1).

Usai menerima SK, Ridwan Kamil mengungkapkan kebahagiaannya karena dirinya mendapat dukungan dari partai yang konsisten memberikan inspirasi dan contoh nyata.

"Saya bisa datang hari ini tentunya dengan perjalanan yang panjang. Banyak cerpen dan novel politik yang luar biasa," tutur Kang Emil, sapaan akrabnya.

Emil menambahkan, saat ini timnya telah bergerak ke lapangan untuk terus melakukan survei. Terkait dengan Bupati Tasikmalaya yang menjadi pasangannya itu, ia mengatakan akan mewujudkan restorasi yang menjadi impian masyarakat.

"Kami sudah memiliki reputasi dan cara. Tentunya kami sudah memberikan hasil yang nyata. Saya optimistis bisa 50% lebih," imbuh Emil.

Wasekjen Partai Nasdem Willy Aditya menambahkan, dipasangkannya Emil dengan UU merupakan hasil dari kesepakatan dan melalui road show dengan para kyai di Jawa Barat.

"Uu adalah kepala daerah dengan teritori daerah Tasik, melengkapi Emil yang memiliki basis pemilih Bandung raya. Saling melengkapi," tandas Willy.

Strategi pemenangan pasangan Emil-Uu nantinya akan bersama-sama dikonsultasikan dengan partai pengusung utamanya relawan, yang selama ini bersimpati kepada Emil yang mengusung genre generasi 'why'.

"Kami inginkan kombinasi santri secara kultural besar di Jabar," ujar Willy.

Senada dengan Emil, Ganjar Pranowo juga berterimakasih atas dukungan Partai NasDem yang dikatakannya memiliki gerakan perubahan.

"Setelah Bu Megawati menyampaikan rekomendasi, saya ke sini. NasDem teman koalisi sejati, PPP juga sudah bersama kami dan ini akan menjadi kemajuan," ungkap Ganjar.

Ganjar menambahkan akan terus memajuan reformasi birokrasi Jawa Tengah yang saat ini sudah menjadi percontohan bagi daerah lainnya.

"Selain itu juga menanggulangi kemiskinan. Dan yang terpenting ialah aspek lingkungan, perempuan, anak dan disabilitas," ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan tidak gentar dengan beberapa obrolan yang berusaha menjatuhkan elektabilitasnya, dalam rangka pilkada tahun ini. Dirinya mengaku hal tersebut sengaja direkayasa, dan tidak ditemukan kebenarannya hingga kini.

"Sudah pasti digoreng (masalah KTP-e). Tapi setidaknya masyarakat tahu bagaimana sebuah harga integritas," ujar Ganjar. (Monica F Gracia/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya