Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lama tarik ulur, koalisi partai politik pengusung calon gubernur Ridwan Kamil akhirnya menyepakati Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon wakil gubernur dalam Pilkada Provinsi Jawa Barat 2018.
Kesepakatan itu diambil setelah keempat partai, yakni NasDem, PKB, PPP, dan Hanura bertemu untuk menentukan sikap seiring dengan semakin mepetnya waktu pendaftaran calon kepala daerah. "Iya, keempat partai pengusung sepakat untuk menduetkan Emil dengan Uu," ujar Ketua DPW NasDem Jawa Barat Saan Mustopa saat dikonfirmasi dari Jakarta, kemarin.
Kesepakatan itu mengakhiri ketidakpastian yang dialami Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. Selain NasDem yang menjadi partai pertama pengusung tanpa syarat, partai lain berkeras agar calon mereka menjadi pendamping Kang Emil. PKB, misalnya, menyodorkan Maman Imanulhaq dan sempat mengancam hengkang jika kadernya itu tak dipilih.
Sebelumnya, Partai Golkar juga ngotot mengajukan Daniel Muttaqien. Mereka kemudian malah keluar dari koalisi dan bergabung dengan Partai Demokrat untuk mengusung Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar.
Sekjen PPP Arsul Sani menegaskan, kemarin, dari awal pihaknya bersama NasDem dan Hanura setuju Uu sebagai cawagub. Menurutnya, sudah seharusnya partai anggota koalisi menjaga kekompakan di Jabar sebagai daerah strategis yang penduduknya mewakili 20% populasi Indonesia.
Uu pun bersyukur atas kepercayaan yang telah diberikan untuk mendampingi Emil di pertarungan Jabar 1. Dia berjanji akan memenangi pilgub Jabar bersama Emil. "Saya beryukur atas kepercayaan yang telah diberikan," ucapnya.
Belakangan, PDIP dikabarkan juga akan mengusung Kang Emil sekaligus menyodorkan mantan Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan sebagai wakilnya. Namun, Saan mengingatkan, jika ingin bergabung, PDIP harus mengikuti mekanisme yang telah disepakati partai pendukung. "Tidak ada istilah hak istimewa terhadap salah satu partai yang akan mengusung Kang Emil. Jadi, semua punya hak istimewa, punya hak yang sama."
Dari Pilgub Jawa Timur, bakal cawagub pendamping Saifullah Yusuf, Abdullah Azwar Anas, memutuskan mundur menyusul beredarnya foto lama yang memojokkan dirinya. Bupati Banyuwangi itu kemarin mengembalikan mandat pencalonan kepada DPP PDIP.
"Ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya," tutur Azwar dalam suratnya.
Risma menolak
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan sudah melaporkan pengunduran diri Azwar itu kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. ''Dengan sangat sedih dan prihatin kami menerima penyerahan surat mandat itu. Kami semua menangis. Kiai-kiai menangis, Ibu Megawati menangis. Kami tidak menyangka ada orang-orang yang melakukan cara-cara seperti ini," tutur Hasto sembari menangis di kediaman Megawati, Jakarta.
Namun, imbuh dia, PDIP belum memutuskan pengganti Azwar. Figur yang paling sering disebut ialah Tri Rismaharini, tetapi Wali Kota Surabaya itu menolak dicalonkan. ''Saya tidak akan mengubah keputusan dan tetap ingin berada di Surabaya,'' kata Risma seusai bertemu petinggi PDIP yang juga cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat di rumah dinasnya, kemarin.
Risma menekankan ingin menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya hingga masa akhir jabatan nanti. Sikapnya itu sesuai dengan aspirasi warga Surabaya yang antara lain disampaikan melalui karangan bunga agar Risma tetap memimpin 'Kota Pahlawan'.
Di sisi lain, pesaing Saifullah, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, resmi mendapat tambahan dukungan dari PPP. Sebelumnya, Khofifah-Emil diusung Partai NasDem, Golkar, Demokrat, dan Hanura. (Deo/FL/Ant//X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved