Elite Parpol Diminta Tidak Mainkan Isu SARA

Nur Aivanni
03/1/2018 20:28
Elite Parpol Diminta Tidak Mainkan Isu SARA
(Ilustrasi)

ELITE partai politik diminta untuk tidak menggunakan segala cara, salah satunya menggunakan isu SARA, untuk memenangkan calon kepala daerah yang bertarung dalam pilkada 2018.

"Elite politik berhentilah berlaku menghalakan segala cara untuk menang. Ini yang jadi masalah. Baik itu menjual SARA dalam konteks agama atau hal lain, misalnya toleransi. Itu sama-sama jadi komoditi. Jadi kuncinya ada di elite politik," ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu (3/12).

Lebih lanjut, Dahnil mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya sudah terbiasa dengan berbagai perbedaan yang ada di masyarakat. Namun, itu akan menjadi lain disikapi oleh masyarakat, jika ada provokasi yang dilakukan oleh elite parpol.

Adapun terkait langkah pencegahan Bawaslu agar SARA tidak merebak di Pilkada 2018, Dahnil menilai itu sebagai bentuk pencegahan memang perlu dilakukan. Namun, tegasnya, komitmen elite parpol untuk tidak menggunakan isu SARA jauh lebih penting.

"Upaya (pencegahan) penting. Tapi yang paling penting di elite politik. Bagi parpol atau calon harus ada pakta integritas, tidak akan menggunakan segala cara terutama terkait isu yang sensitif yang bisa memecah belah persatuan," tuturnya

Sebelumnya, anggota Bawaslu RI M Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya pun berupaya untuk mencegah agar isu SARA tidak merebak. Salah satunya dengan menggelar jambore lintas iman. Pada kesempatan tersebut, Bawaslu telah bertemu dengan semua tokoh agama dan organisasi keagamaan. Mereka diminta berkomitmen untuk menolak kampanye isu SARA.

Selain itu, pihaknya juga akan mengajak kelompok-kelompok muda dari berbagai agama untuk menjadi aktor yang menyemai isu politik yang ramah dan tidak sektarian. "Itu sedang kita lakukan," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya