Parpol Adu Strategi Mengusung Calon

Ant/P-3
03/1/2018 10:02
Parpol Adu Strategi Mengusung Calon
(Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto -- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

SEKJEN PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya akan mengumumkan bakal calon kepala daerah di beberapa wilayah secara bertahap, yaitu di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan sejumlah daerah lainnya, mulai 4 Januari.

"Pasangan calon gubenur dan wakil gubernur di sejumlah daerah akan diumumkan secara bertahap dimulai 4 Januari nanti," kata Hasto melalui keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Dia meminta semua pihak untuk bersabar karena pengumuman pasangan calon tidak dilakukan sembarangan. Partainya memiliki tema-tema khusus setiap mengumumkan pasangan calon.

Hasto mengatakan PDIP menegaskan kembali sikapnya untuk konsisten bahwa yang dicari ialah sosok pemimpin, bukan pengejar kekuasaan. Ia menyatakan itu menanggapi berbagai manuver elite politik menjelang batas akhir pencalonan dalam Pilkada serentak 2018.

Menurut dia, partainya mencermati begitu banyak pihak yang memiliki ambisi kekuasaan dan mengabaikan bagaimana cara mengelola kekuasaan yang baik untuk rakyat.

"Pilkada 2018 aneh, ada yang sudah jadi menteri ingin jadi gubernur, ada yang semula ngotot ingin menjadi gubernur, mendadak berubah menjadi wakil gubernur, ada yang sedang mengubah kepribadian dengan mendadak tebar pesona. Pendeknya, pragmatisme kekuasaan begitu terlihat hari-hari ini," ungkapnya.

Hasto mengatakan PDIP mencari pemimpin untuk rakyat. Partai mencari calon yang kukuh pada keyakinan dan kepribadiannya sebagai pemimpin yang melayani. Karena itu, kata dia, kriteria kepemimpinan, kepribadian, kemampuan menyelesaikan masalah, dan daya juang menjadi tolok ukur utama.

"Survei penting sebagai pemetaan awal. Elektabilitas bukan segala-galanya bagi PDIP sehingga yang terpenting adalah watak kepemimpinan dan kepribadian untuk menyatu bersama rakyat. Karena itu, mengapa assessment psikotes dan sekolah partai kami jalankan dengan sungguh-sungguh," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kemenangan memang penting dan menjadi target konsolidasi partai, tetapi harus di-sertai tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah rakyat, mempercepat pembangunan di provinsi agar selaras dengan kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurutnya, kalah menang adalah hal biasa dalam demokrasi. Namun, tekad partainya telah bulat, yakni kemenangan harus dipadukan dengan konsolidasi pemerintahan. "Dengan demikian, antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota bersi-nergi," tukasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya