Jokowi masih Difavoritkan Mayoritas Pemilih

Put/X-6
03/1/2018 09:22
Jokowi masih Difavoritkan Mayoritas Pemilih
(Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC)/Grt)

RILIS survei Desember 2017 dari Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC) memunculkan kembali nama Joko Widodo sebagai calon presiden yang difavoritkan masyarakat.

Dari pertanyaan siapa presiden yang akan dipilih tanpa menyebut nama tokoh sebagai pilihan, sebanyak 38,9% warga dari total 1.059 orang yang diwawancarai dalam survei masih memilih Jokowi d tempat pertama dan Prabowo Subianto di tempat kedua dengan suara sebesar 10,5% dalam pemilu. Sebaliknya, melalui pertanyaan yang sama, tetapi dengan menyebutkan beberapa pilihan nama tokoh, sebanyak 53,8% memilih Jokowi dan sebanyak 18,5% memilih Prabowo.

Kuatnya dukungan masyarakat terhadap Jokowi juga dapat dilihat dari hasil survei jika Jokowi dibandingkan satu lawan satu dengan tokoh-tokoh lain seperti Prabowo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga Gatot Nurmantyo. Hasilnya rata-rata suara Jokowi unggul di atas 70%.

"Dukungan kepada Pak Jokowi masih kuat, di samping tidak ada tokoh yang signifikan muncul. Hal tersebut juga dipengaruhi elektabilitas tokoh lain menurun," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di Jakarta, kemarin.

Wapres Jusuf Kalla, di lain sisi, masih menempati urutan teratas sebagai calon presiden yang dipilih masyarakat untuk bersanding dengan Jokowi dalam pemilu dengan jumlah suara 14,1% disusul AHY 12,7% dan Gatot Nurmantyo 12,2%.

Dalam survei yang sama SMRC juga mendapati elektabilitas PDIP, partai utama pengusung Jokowi, masih tinggi. Sebanyak 27% responden akan memilih caleg dari PDIP dalam pemilu nanti disusul Partai Golkar 12,2% dan Partai Gerindra 9%. Menurut Djayadi, hal itu juga merupakan bagian dari Jokowi effect, atau efek dukungan PDIP terhadap Jokowi meski PDIP belum memproklamasikan pengusungan Jokowi dalam Pilpres 2019.

Dalam kesempatan yang sama, politikus PDIP Maruarar Sirait sependapat dengan hasil survei itu. Naiknya elektabilitas PDIP dan Jokowi dianggap juga bagian dari berhasilnya peran elite parpol tersebut, yakni Megawati Soekarnoputri. "Bu Mega menjaga kestabilan dan kekuatan internal kita melalui kader dan caleg. Begitu pula Jokowi mengerek elektabilitas kita melalui kerja-kerjanya," ungkap Maruarar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya