Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Golkar hingga kini belum menetapkan nama untuk menjadi ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Bahkan rapat pleno untuk membahas hal tersebut juga belum dilakukan.
Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali mengatakan belum ada surat undangan rapat pleno guna membahas pergantian Ketua DPR. Ia memprediksi pembahasan pergantian Ketua DPR RI dilaksanakan setelah pertainya selesai mengurus pendaftaran pilkada serentak, yang berakhir pada 10 Januari 2018.
"Belum ada. Malah yang ada undangan untuk pilkada karena ini yang paling mendesak. Kan mulai 8 Januari pendaftaran, jadi harus segera diputuskan. Pada 5 Januari nanti akan dipanggil semua ke DPP. Seluruh calon akan diberi penjelasan. Kan mereka sudah dicalonkan Golkar, masa tidak kenal Golkar? Kalau yang kader sih tidak apa-apa, tapi kan ada yang non kader," ujar Amali saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/1).
Seperti diketahui, posisi ketua DPR saat ini kosong setelah Novanto dijerat KPK terkait korupsi KTP-e. Karena itu, Golkar sedang menyiapkan pengganti Novanto di kursi ketua DPR periode 2014-2019. Selain Bambang Soesatyo, nama Aziz Syamsuddin dan Agus Gumiwang Kartasasmita disebut berpeluang menjadi suksesor.
Sehubungan dengan itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan, siapapun kader Golkar yang menjadi Ketua DPR harus memiliki integritas dan kompetensi yang baik.
Ia meyakini, Partai Golkar akan menunjuk kader terbaiknya untuk menjadi ketua DPR RI hingga 2019. Menurutnya, berdasarkan UU No. 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3), penunjukan ketua DPR RI pengganti Setya Novanto sepenuhnya kewenangan Partai Golkar.
"Saya melihat Partai Golkar memiliki banyak kader yang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk menduduki jabatan ketua DPR RI. Dalam pandangan saya, siapapun yang ditunjuk oleh Partai Golkar menjadi ketua DPR RI, saya kira sudah mempertimbangkan faktor integritas dan kompetensi. Saya berharap siapa pun yang ditunjuk jadi ketua DPR RI, dapat membawa DPR menjadi lebih baik. Apalagi, 2018 dan 2019 adalah tahun politik sehingga DPR bisa lebih baik," ujarnya.
Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menjagokan kader Golkar Bambang Soesatyo sebagai calon ketua DPR. Menurutnya, Bambang memiliki nilai plus sehingga pantas memimpin parlemen.
Ada tiga alasan yang menurutnya ia layak menjadi ketua DPR. Pertama, Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, memiliki pengalaman empiris dalam menjalankan tugas sebagai legislator karena sudah beberapa kali terpilih. "Hal itu menjadikan Bamsoet mengerti suasana kebatinan dalam menjalankan organisasi kelembagaan DPR," paparnya.
Selain itu, Bamsoet yang kini memimpin Komisi III DPR juga memiliki kapasitas dan kompetensi dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Ia juga dianggapnya memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam lintas fraksi DPR. “Sehingga menjadi nilai tambah yang positif di internal DPR," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved