Politik Last Minute Merugikan Pemilih Rasional

Golda Eksa
02/1/2018 17:35
Politik Last Minute Merugikan Pemilih Rasional
(thinkstock)

PENGAMAT politik dari Universitas Indonesia Cecep Hidayat, menilai politik last minute yang dilakukan oleh sejumlah partai politik pada perhelatan pilkada serentak dipastikan bakal merugikan pemilih rasional.

"Tentu saja ini tinggal masyarakat rasional dan irasional. Kalau masyarakat rasional pasti kehilangan waktu untuk menimbang dan memikirkan siapa figur yang nantinya dipilih," ujar Cecep ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (2/1).

Menurut dia, politik last minute semakin menegaskan bahwa parpol gagal melakukan fungsi kaderisasi politik. Parpol pun terkesan pragmatis lantaran tidak berani mengambil keputusan dan lebih memilih untuk melihat situasi di detik-detik terakhir.

"Seharusnya, kan menjelang masa pendaftaran itu ada 'sosialisasi', tapi jadi berkurang. Semua parpol jadi wait and see, dan hanya ingin mendekatkan kepada yang potensial menangnya cukup besar saja," imbuhnya lagi.

Dengan demikian, tukas Cecep, parpol yang belum menentukan siapa figur yang bakal diusung pun seolah lambat bergerak karena baru akan mencari kandidat sebagai kompetitor, khususnya apabila sudah ada gabungan parpol yang mengumumkan pasangan calonnya.

"Partai akan mencari kandidat yang mungkin berasal dari dalam partai atau dari luar. Pada akhirnya partai-partai jadi pragmatis, melihat kecenderungan yang potensi menang saja dan tidak berusaha menawarkan kadernya," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya