Elite Berperan Penting Jaga Stabilitas Politik dan Ekonomi 2018

Astri Novaria
30/12/2017 22:07
Elite Berperan Penting Jaga Stabilitas Politik dan Ekonomi 2018
(DIREKTUR Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Philips Vermonte. MI/ADAM DWI)

DIREKTUR Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Philips Vermonte, mengatakan stabilitas politik dan ekonomi pada 2018 tergantung pada berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah 2018 dan Pemilihan Umum 2019.

Menurutnya, apabila kontestasi pemilu pada tahun politik mendatang berlangsung aman, bisa dipastikan kondisi politik dan ekonomi berlangsung stabil.

"Saya rasa yang penting pemilu berlangsung aman. Sehingga tidak akan membuat gejolak di masyarakat. Polri dan TNI saya nilai juga sudah sangat siap karena peristiwa Pemilu bukan hal yang baru lagi buat mereka," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (30/12).

Meskipun demikian, yang perlu dicatat adalah soal integritas profesionalitas penyelenggara Pemilu agar tidak membuat gejolak yang menyebabkan peserta pemilu maupun masyarakat tidak percaya pada prosesnya.

Selain itu kata dia, yang terpenting adalah peran elite yang harus punya kesadaran untuk turut menjaga stabilitas politik sehingga menghindari terjadinya benturan-benturan politik yang dapat mempengaruhi sentimen masyarakat.

"Lebih kepada kontrol diri dari elite yang bertarung dalam Pilkada 2018 dan persiapan Pemilu 2019. Apakah mereka memilih sentimen primordial yang bisa menyebabkan masyarakat terbelah atau memilih cara lain dengan cara berpolitik yang berorientasi pada ide dan gagasan. Ini menjadi tanggung jawab mereka agar stabilitas tetap terjaga. Pemilu merupakan kontestasi biasa yang harus dilalui dan tidak untuk memecah belah," tandasnya.

Mengenai kondisi politik di parlemen, menurut dia, sudah tercipta stabilitas politik yang baik dan diperkirakan akan tetap stabil hingga tahun depan. Karena, pola koalisi Pemilu 2019 sudah mulai terbentuk sehingga dalam hal ini masing-masing partai politik memiliki kepentingan untuk menjaga koalisi agar tetap solid.

"Jadi dari sisi mereka lebih predictable. Kalau koalisinya bisa dikocok ulang, maka bisa timbul konflik dan jadi lebih susah diprediksi bagi mereka sendiri. Karena mereka punya kepentingan itu, maka akan aman-aman saja," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya