Pepabri Nyatakan Netral di Tahun Politik

28/12/2017 09:24
Pepabri Nyatakan Netral di Tahun Politik
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PERSATUAN Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) menyatakan netral dalam tahun politik 2018 dan 2019. Sikap ini dilakukan berkaitan dengan kewajiban besar mereka untuk turut menjadikan Pilkada 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019 berjalan aman, tertib, dan demokratis.

"Menjadi tugas Pepabri untuk mendukung agenda pemilu," kata Wakil Ketua Departeman Organisasi DPP Pepabri, Mayjen (Purn) Soedibyo seusai peresmian Gedung Juang 45 Temanggung, kemarin.

Seperti diketahui, Indonesia akan mengadakan hajatan politik akbar dimulai dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 2018. Setahun kemudian, giliran anggota legislatif dan presiden serta wapres yang dipilih oleh rakyat dalam Pileg dan Pilpres 2019.

Soedibyo mengatakan bahwa secara institusi sikap Pepabri memang sangat jelas, yakni tidak berpolitik dalam artian dukung-mendukung calon dalam pemilu. Politik yang dijalankan Pepabri ialah politik negara, yakni untuk kemajuan kesejahteraan rakyat, persatuan dan kesatuan.

"Secara individu, anggota Pepabri punya hak politik, maka mereka diberi keleluasaan untuk memberikan sikap masing-masing sesuai dengan hati nurani," tambahnya.

Dalam kegiatan peresmian Gedung Juang 45 Temanggung tersebut, Pepabri juga memberi penghargaan kepada Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, atas dedikasinya dalam memperjuangkan dan membesarkan Pepabri di Temanggung. Soedibyo mengatakan bahwa Pepabri sangat mengapresiasi tindakan Bupati Temanggung yang telah membuatkan Gedung Juang '45 yang dapat digunakan sebagai wahana komunikasi, rapat, dan musyawarah sebagai upaya pelestarian semangat nilai-nilai kejuangan.

"Keberadaan Gedung Juang ini untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Temanggung, Pardiono, mengatakan bahwa Gedung Juang '45 mulai dibangun pada 2016 di lahan seluas 5.000 meter persegi dengan dana Rp5 miliar untuk pembangunan lantai satu. Pada 2017, pembangunan dilanjutkan untuk lantai dua dengan dana Rp6 miliar.

"Masih ada kekurangan dalam pembangunan ini, terutama pada penataan halaman dan akan dilanjutkan pada tahun 2018," kata Pardiono.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah menolak penghargaan dari Pepabri tersebut karena sudah menjadi tugas bupati untuk membangunkan gedung yang dibutuhkan Pepabri.

Ia juga mengatakan bahwa peresmian gedung sengaja pada 27 Desember karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, yakni pada 27 Desember 1949 ada penyerahan kedaulatan dari pemerintah Belanda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya