Konsolidasi Membaik, Elektoral Belum

Ant/P-2
27/12/2017 07:16
Konsolidasi Membaik, Elektoral Belum
(MI/Susanto)

PEMERINTAH Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai semakin terkonsolidasi. Bahkan, sebagian besar partai pendukung pemerintah sudah menyatakan dukungan untuk periode mendatang.

"Saya pikir pemerintahan Jokowi betul-betul terkonsolidasi. Saya lihat di 2017 hampir semua parpol pendukung sudah menyatakan akan kembali mendukung Jokowi di 2019, dimulai dari Partai NasDem, Partai Golkar, dan PPP," kata pengamat politik dari Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam diskusi Tutup Tahun 2017, Jemput Tahun Politik 2018, di Setiabudi, Jakarta Pusat, kemarin.

Meski begitu, Ray menilai, dari segi elektoral, Jokowi masih belum aman. Apalagi beberapa hasil survei memperlihatkan perolehan suara yang terus naik, tapi lamban.

"Dari segi konsolidasi politik sudah baik, tapi elektoralnya belum. Saat ini masih 40%-45%. Naik, tapi lamban sekali," kata Ray. Ia menilai isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ialah salah satu musabab lambat naiknya elektabilitas Jokowi. Ray menyebut isu SARA sangat efektif baik untuk mendongkrak maupun menjatuhkan angka elektoral seseorang.

Di sisi lain, akademisi Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Muzakir Tawil mengatakan sentimen agama hendaknya tidak ditonjolkan dalam ruang publik, termasuk dalam politik, di negara majemuk seperti Indonesia karena berpotensi menjadi faktor pemecah persatuan. Menurut Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulteng itu, negara ini akan hancur apabila terjadi gesekan yang sifat dan arahnya kepada keyakinan.

"Kemajemukan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Ini harus terus kita jaga demi keutuhan NKRI," ujarnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya